Minggu, 04 Oktober 2020

Liqo' / Halaqoh

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan keinginan hati saya ingin membentuk group Liqo' / Halaqoh dilingkungan tempat saya tinggal, karena saya ingin muslimah disekitar lingkungan saya menjadi muslimah yang gemar belajar ilmu Agama sehingga tercipta lingkungan yang kondusif, aman dan bernuansa Islami. Mengingat begitu banyak manfaat yang bisa didapat dari kegiatan Liqo' ini lah saya berharap keinginan tulus dari lubuk hati saya bisa terkabul, insyaAllah.. bagi temen-temen yang ingin bergabung boleh langsung hubungi saya disini 

Saya juga melampirkan tulisan tentang gambaran kegiatan Liqo' secara umum agar kita lebih paham apa sih Liqo' / Halaqoh itu dan tujuannya apa..

Monggo disimak... 

Mengenal Liqo' dan Manfaatnya

“Selamat datang wahai pencari ilmu ! Sungguh pencari ilmu dinaungi malaikat dengan sayap-sayapnya, kemudian mereka bertumpuk satu di atas lainnya sampai mencapai langit dunia karena kecintaan mereka kepada upayanya menuntut ilmu”

(HR Ahmad, Thabrani, Ibnu Hibban, Hakim dan Ibnu Majah)

Liqo’ dalam bahasa arab berarti Pertemuan. Masyarakat umum mungkin pernah mendengar kata ini, tetapi tak sedikit juga yang belum pernah mendengarnya. Namun di zaman sekarang ini, di mana Islam sedang tumbuh subur, saya kira banyak masyarakat yang sudah tahu apa itu Liqo’ minimal tahu kulitnya saja, walau belum pernah mengikutinya.

Secara istilah Liqo’ merupakan pertemuan yang di dalamnya secara garis besar diisi oleh aktivitas pengajian dan mendengarkan nasihat/tausiyah dalam rangka menambah keimanan. Umumnya, kegiatan ini bisa kita temui di masjid dengan mebentuk “lingkaran” lesehan semacam kelompok diskusi. Karena membentuk lingkaran inilah, Liqo’ kadang juga disebut sebagai “Halaqoh” yang artinya Lingkaran. Liqo’ juga biasa disebut Mentoring. Umumnya istilah mentoring lebih melekat kepada kegiatan Liqo’ di tingkat SMP / SMA dan kadang juga di level perguruan tinggi yang difasilitasi oleh Lembaga Rohis setempat. Ya, intinya seperti kajian islami, namun disini pesertanya tidak seramai kajian islami UMUM, maksimal 12-15 orang dan diadakan tiap minggu (pekan). Saat ini, aktivitas Liqo’ tidak hanya dilangsungkan di masjid, tapi juga di rumah-rumah sebagai wujud silaturahim antar peserta.

Aktivitas Liqo’ merupakan cerminan dari apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dimana saat Islam masih disebarkan secara sembunyi-sembunyi, beliau sering mengumpulkan sahabat-sahabatnya di Rumah Arqam’ untuk mendapatkan penguatan ruhani sahabat2nya. Bahkan setelah Islam didakwahkan secara terang-terangan pasca mualafnya Umar Ibn Khattab RA., beliau tetap rutin mengumpulkan sahabat-sahabatnya untuk mendengarkan apa-apa saja Firman Allah yang turun kepada beliau, nasihat-nasihat dan arahan-arahan penting dalam membangun fondasi islam di jazirah Arab.

Sebagaimana kajian umum, dalam Liqo juga ada petugas MC yang tentunya diambil dari salah satu peserta (pendengar) Liqo’. Selain itu, ada juga petugas Kultum, pembaca Doa di akhir kegiatan dan tentunya sang guru (Murobbi).

Agenda Liqo diawali dengan pembukaan oleh MC yang didalamnya diikutkan dengan membaca Basmallah bersama-sama. Selanjutnya ialah aktivitas mengaji yang digilir secara bergantian sesuai urutan dalam duduk lingkaran. Umumnya, tiap orang mendapat jatah membaca 1 halaman Al-Quran timur tengah. Saat salah seorang teman sedang membaca, maka peserta yang lain berkewajiban untuk mendengarkan dan memperhatikan, begitu seterusnya. Jika ada bacaan yang keliru, maka peserta yang lain wajib untuk membenarkan.

Setelah semua peserta liqo’ membaca 1 halaman/orang secara bergantian, agenda liqo umumnya dilanjutkan dengan penyetoran infaq / kas Liqo yang tiada lain berguna untuk keperluan kelompok Liqo tersebut. Selanjutnya, penyampaian Kultum (Kuliah tujuh menit) oleh salah satu peserta. Jadwal kultum tiap pertemuan pun juga digilir satu per satu. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peserta dalam upaya menggali ilmu Islam secara mandiri dan melatih untuk menyampaikannya kepada orang lain. Pada kelompok Liqo’ masih muda, kegiatan ini mungkin masih terasa berat. Namun jika kelompok sudah berjalan lebih dari setahun, umumnya kegiatan tausiyah bergilir ini sudah biasa dijalani. Bahkan kultum mendadak pun tidak begitu menjadi soal ketika khasanah ilmu agama Islam yang diperoleh di Liqo’ sudah cukup banyak, tinggal mengembangkannya saja.

Begitu Penyampaian kultum selesai, agenda berikutnya adalah informasi berita oleh salah satu peserta. Petugas penyampai berita juga digilir tiap pekannya sehingga tiap peserta kebagian secara adil. Namun, biasanya penyampai berita tidak hanya 1 orang, melainkan siapa saja yang memiliki berita aktual bisa disampaikan di forum. Informasi yang disampaikan adalah seputar berita terkini baik nasional maupun internasional yang diperoleh dari surat kabar, media elektronik, dsb. Topiknya pun apa saja, bisa seputar dunia politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam, korupsi, mancanegara, musibah dalam dan luar negeri, juga seputar kondisi Islam di dalam dan luar negeri. Kegiatan penyampaian berita ini amat sangat bermanfaat bagi peserta Liqo’ dalam mengupdate informasi terkini secara aktual, karena mungkin selalu ada saja berita yang luput dari pendengaran dan penglihatan kita di media elektronik, cetak dll. Melalui kegiatan ini, tidak hanya khazanah pengetahuan islam saja yang diperoleh dari Aktivitas Liqo’, melainkan juga wawasan umum.

Agenda berikutnya setelah penyampaian berita adalah masuk ke acara inti yaitu mendengarkan ustadz/ah atau murobbi bertausiyah. Tausiyah yang diberikan umumnya telah terstruktur dengan rapi meliputi Akidah, Ibadah, Akhlaq dan lain-lain. Tausiyah oleh ustadz lalu diikuti dengan tanya jawab. Para peserta yang merasa masih bingung atau mengganjal dapat langsung menanyakannya kepada sang mentor.

Setelah tausiyah dan tanya jawab, agenda dilanjutkan dengan penyampaian kabar dari seluruh peserta Liqo termasuk sang guru ngaji. Penyampaian kabar umumnya meliputi kabar pribadi, keluarga, aktivitas sehari-hari atau yang sedang direncanakan, yang sudah terjadi hingga musibah yang baru saja menimpa. Melalui kegiatan ini, masing-masing peserta menjadi tahu bagaimana kabar saudaranya seiman dari pekan ke pekan, sehingga apabila ada saudaranya yang dalam kesusahan dapat segera dibantu. Dan apabila ada saudaranya yang sedang dalam menjalankan kegiatan lain yang bermanfaat, dapat ikut didoakan. Memalui agenda ini, Insya Allah akan terbina ukhuwah di antara masing-masing personil Liqo’ dalam rangka menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Agenda berikutnya adalah pembacaan doa yang dipimpin oleh salah seorang peserta yang tiada lain juga digilir tiap pekannya. Setelah pembacaan doa selesai, Aktivitas Liqo’ ditutup dengan bersama-sama membaca Hamdalah, Istighfar, dan Doa penutup majelis yang dicontohkan oleh Rasulullah (Subhanakallohumma Wa bihamdika Asyhadu allaailaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik’).

Liqo’ bukan sekedar aktivitas mengajar layaknya pendidikan di sekolah atau pendidikan tinggi lalu dilepaskan. Liqo’ juga bukan hanya aktivitas memberikan wawasan keislaman layaknya kajian islam umum. Melalui pemaparan di atas, Liqo menjadi suatu aktivitas yang begitu efektif dalam mencerdaskan dan membina karakter seorang muslim. Karena melalui Liqo, tidak hanya sekedar aktivitas menuntut ilmu islam yang didapat, tetapi di dalamnya juga ada bentuk pembinaan kepribadian seorang muslim secara rutin dan kenikmatan dalam berukhuwah yang berlandaskan atas upaya bersama-sama dalam rangka ketaatan kepada Alloh SWT  dalam tiap pekannya.

“Tidak ada nikmat kebaikan yang Allah berikan setelah Islam, selain saudara yang shalih. Maka, jika salah seorang kalian merasakan kecintaan dari saudaranya, peganglah kuat-kuat persaudaraan dengannya.” (Umar bin Khattab ra.)

“Apabila kalian berjalan melewati taman-taman Surga, perbanyaklah berdzikir.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud taman-taman Surga itu?” Rasul menjawab, “Yaitu halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu).”

Sumber: https://hifdziua.wordpress.com/2014/04/21/mengenal-liqo-dan-manfaatnya/

Sabtu, 03 Oktober 2020

Ongol-ongol


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Ini adalah Ongol-ongol, makanan tradisional yang ngangenin 😍

Teksturnya lembut,kenyal-kenyal dan rasanya manis gula merah dengan balutan kelapa parut yang sedikit asin, sungguh perpaduan yang menggugah selera 🥰

Berikut resepnya

Ongol-ongol
Created by: Eni Rochayati

Bahan:
500 gram tepung sagu/tapioka
250 gram gula merah
250 gram gula pasir
Sejumput garam
200 ml santan
1 liter air
Daun pandan secukupnya
Kelapa parut,kukus sebentar

How to:
1. Masak gula merah,gula pasir, daun pandan dengan 500 ml air sampai gula meleleh,saring,sisihkan.
2. Aduk tepung dengan garam, santan, cairkan dengan 500 ml air.
Campur tepung dan larutan gula merah, aduk rata.
3. Lalu masak dengan api kecil sambil diaduk-aduk terus sampai meletup-letup.
4. Tuang dalam loyang yang dialasi daun dan oles minyak, lalu kukus sekitar 30 menit. Angkat, dinginkan.
5. Kemudian potong-potong dan gulingkan kedalam parutan kelapa parut yang udah dikukus sebentar dan dikasih sedikit garam.
Siap di sajikan. 

Selamat mencoba..
Semangat berkreasi untuk keluarga tercinta dirumah 🥰❤️


Sabtu, 13 Juni 2020

Eggless Chocolate Brownies

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Eggless Chocolate 
(Tanpa telur, tanpa DCC, tanpa mikser)

Tagline tanpa telur, tanpa dcc, tanpa mikser, kesukaan ibu-ibu praktis dan hemat banget dah, tapi rasanya mevvah 🤩

Ayo coba...

Bahan A
200 gram gula pasir
175 gram terigu serbaguna
60 gram coklat bubuk kualitas bagus
1 sdt soda kue
1/4 sdt garam

Bahan B
115 ml minyak goreng bagus
240 ml air panas
1 sdt vanila 
1 sdm air perasan jeruk nipis

How to:
1. Campur rata bahan A, sisihkan
2. Campur rata bahan B, tuang bahan B ke dalam bahan A
3. Aduk rata dengan whisker
4. Tuang ke loyang yang sudah dioles mentega dan taburi sedikit terigu
5. Oven suhu 180° selama 30 menit atau sampai matang. 
Angkat dan tabur parutan keju.

Selamat mencoba 😉
Semoga bermanfaat 🙏

Kamis, 11 Juni 2020

Semur Daging Special

Bismillahirrahmaanirrahiim
Saya mau share resep Semur Daging Sapi Special 
Menu yang cocok untuk lebaran atau hari besar lainnya, bisa juga untuk menu hajatan atau makan-makan bareng keluarga dan sahabat 🤩

Cara buatnya mudah dan praktis waktunya juga sebentar tidak seperti rendang yang membutuhkan proses memasak lama.
Soal rasa dijamin maknyuus bikin ketagihan, gurih, dan ada sedikit rasa manisnya serta harum rempah menggoda selera 🥰

Yuk langsung cobain resepnya

Semur Daging Special
Created by: Eni Rochayati

Bahan:
Daging Sapi (Potong-potong sesuai selera) 
Boleh ditambah telur atau kentang

Bumbu:
Bawang Merah Putih
Merica
Cabe merah
Jahe
Lengkuas
Sereh
Daun salam
Gula,garam,kaldu bubuk
Kecap

How to:
Haluskan bumbu, tumis sampai harum, tambahkan daun salam dan sereh.
Masukkan daging, tambahkan air dan masak sampai daging empuk.
Lalu masukkan telur atau kentang
Setelah itu tambahkan kecap,gula,garam dan kaldu bubuk.
Masak sampe kuah menyusut.
Koreksi rasa, angkat, hidangkan.

Enak dimakan pake lontong dan acar.
Atau sesuai selera masing-masing keluarga 🥰 

Selamat mencobaa 😊
Semoga bermanfaat 🙏

Minggu, 17 Mei 2020

Kue Lapis Sari India

Bismillah... Kue Lapis Sari India jajanan yang biasanya selalu ada dibulan Ramadhan khas Kalimantan
Kue basah yang manis dan banyak penggemarnya termasuk keluarga saya

Yuk cobain resepnya...

Lapis Sari India
Eni Rochayati

Bahan:
150 gram gula merah
300 ml air
1 lembar daun pandan

4 butir telur
300 ml santan
1 Bks tepung hunkwe
1/2 kaleng SKM 
1 sdt garam


How to:
1. Rebus gula merah dengan 300ml air dan pandan sampai gula larut, sisihkan.

2. Panaskan kukusan,oles loyang dengan minyak.

3. Kocok lepas telur, tambahkan santan, lalu masukkan tepung hunkwe dan sejumput garam dan SKM, terakhir masukkan larutan gula merah.

4. Taro loyang dalam kukusan biarkan panas sebentar, lalu tuang sesendok sayur adonan, kukus sebentar hingga mengeras, tuang lagi adonan satu sendok sayur, kukus sampai mengeras, lakukan sampai adonan habis,

Terakhir kukus 15 menit sampai tanak.

5. Angkat, biarkan dingin, lalu potong-potong sesuai selera. 

Selamat mencoba
Semoga bermanfaat 🙏 😊

Jumat, 15 Mei 2020

Caramel / Sarang Semut

Bismillah
Caramel / Sarang semut, ini kue enak banget...teksturnya lembut dan kenyal, wangi caramelnya masyaAllah menggugah selera 🤩

Langsung aja yuk berikut resepnya...

Caramel / Sarang Semut

Bahan:
300 gram gula pasir
300 ml air panas

100 gram terigu protein sedang
100 gram tepung tapioka
100 gram mentega/margarin (di cairkan )
4 butir telur
2 sachet SKM (40 gram x 2 Bks)
Vanilli secukupnya
1/2 sdt baking powder
1 sdt baking soda


How to:
Buat caramel terlebih dahulu
Lelehkan gula sampai mencair, lalu tambahkan air panas aduk2 sampai gak ada yang menggumpal, dinginkan

Lelehkan mentega,sisihkan

Campur tepung terigu, tapioka, vanili, baking powder dan baking soda

Kocok telur bersama skm sebentar sampai rata dan sedikit berbuih, lalu masukkan campuran tepung, aduk rata, kemudian masukkan caramel, aduk rata, terakhir masukkan mentega cair aduk rata. Tutup adonan, diamkan sekitar 30 menit

Panaskan cetakan, tuang 3/4 saja jangan terlalu penuh karena nanti kue mengembang.
Biarkan sampai berbuih dan membentuk sarang, setelah keluar serat tutup sampai matang, tandanya permukaan kering. Angkat dan hidangkan.
Oiya 1 resep jadi jadi sekitar 20 buah ya...

Selamat mencobaa
Semoga bermanfaat 🙏

Rabu, 06 Mei 2020

Terang Bulan

Bismillah...saya mau share resep andalan saya, salah satu cemilan kesukaan anak-anak dan suami 🤩

Yup, terang bulan. Kue ini enak banget dikasih topping apapun, baik coklat,keju atau kacang sangrai....

Ini lah resepnya 😊

Terang Bulan Purnama
Manis dan Lembut 

Bahan:
250 gram tepung terigu serbaguna
50 gram gula pasir
1/4 sdt baking powder
1/4 sdt garam
300 cc susu cair
1/2 sdt fernipan/ragi instan
Sejumput vanili

3 butir telur
30 gram gula
50 gram mentega dicairkan

Taburan :
Gula pasir
Butter
Susu kental manis

Topping (optional):
Keju parut
Cokelat meises
Kacang Sangrai

How to :
Campur jadi satu tepung terigu, gula, baking powder, vanili dan garam.

Masukkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan whisker.

Setelah tercampur rata masukkan fernipan dan istirahatkan selama 30 menit.

Di tempat lain kocok telur dan gula (kocok lepas aja pakai garpu) kemudian masukkan ke dalam adonan yang sudah di istirahatkan selama 30 menit.

Terakhir masukkan mentega cair.
Diamkan kembali sekitar 30 menit untuk hasil sarang lebih bagus.

Panaskan cetakan, ambil 1 sendok sayur, biarkan sampai adonan mengembang dan berlubang, taburi dengan gula kemudian tutup hingga matang.

Angkat terang bulan dari cetakan dan beri olesan butter, kemudian beri susu kental manis dan keju atau coklat atau topping sesuai selera....

Selamat mencoba...
Semoga bermanfaat 🙏


Senin, 27 April 2020

Cendol / Dawet

Bismillah... Cendol homemade favorite suami dan anak-anak, mereka suka banget minum cendol jadi sering bikin deh 🥰

Apalagi Ramadhan gini masyaAllah segerr banget untuk berbuka puasa nanti sore 🤩

Resep ini hasil oprak-aprik takaran dan jadilah yang sesuai selera keluarga saya, kenyal dan lembutnya pas.

Mau coba juga?
Yuk lihat resepnya... 

 Cendol / Dawet Homemade 

Bahan:
100 gram tepung beras
100 gram tepung tapioka
1 liter air
1 sdt garam
1 lembar daun pandan
Pewarna hijau secukupnya


How to:
Rebus air bersama daun pandan hingga mendidih
Campur tepung beras,tapioka dan garam, beri sedikit pewarna hijau.
Cairkan dengan sedikit air, lalu tuang kedalam panci berisi air mendidih, aduk cepat, masak sampai matang.
Siapkan air dingin, lalu cetak.

Jadi deh cendolnya 😊
Sekarang kita buat juruhnya / santan dan gula merahnya...

Rebus santan bersama daun pandan dan garam sampai mendidih, dinginkan.

Rebus gula merah bersama daun pandan, boleh ditambahkan gula putih untuk menambah rasa manis, masak sampai gula larut dan mendidih, dinginkan.

Cara penyajian:
Siapkan gelas, tuang cendol setengah gelas atau sesuai selera, masukkan larutan gula, terakhir tuang santan. 
Boleh ditambah es batu lebih maknyuss dinginnya 🤩

Kalo saya biasanya semuanya disimpan dalam kulkas, cendol,gula dan santannya jadi udah dingin gak perlu tambah es batu lagi,hehe

Oke, selamat mencoba yaa...
Semangat berkreasi didapur untuk keluarga tercinta 🥰

Semoga bermanfaat 🙏

Jumat, 17 April 2020

Kue Sus


Bismillah.... Kue sus ini enak banget, makan sebuah tak cukup 😄
Resep ini anti gagal insyaAllah, yuuk cobain...

Kue Sus

Bahan:
100 Gram Margarin 
250 ML Air 
1 sdt garam 
130 Gram terigu protein tinggi (Misal Cakra)
4 butir telur (kalo telurnya besar pake 3 butir saja)

How to :
Rebus air, margarin dan garam sambil diaduk, setelah mendidih masukkan tepung, aduk cepat sampai rata dan kalis tidak bergerindil. 
Setelah hangat kuku masukkan telur satu persatu sambil dimikser sampai rata dan halus.

Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, beri spuit bintang lalu semprotkan ke loyang yang sudah di oles minyak atau margarin.

Oven sekitar 40 menit dengan suhu 200°c sampai matang tandanya kue sus mengembang dan kokoh tidak berbuih lagi, warnanya kuning keemasan.

Angkat, dinginkan dan siap di isi dengan Fla.

Boleh pake Fla apa aja sesuai selera.
Kali ini saya isi Fla coklat, karena kebetulan ada susu coklat dirumah

Fla Coklat

Bahan:
500 ML susu UHT Coklat (bisa pake susu bubuk coklat yg dilarutkan dengan 500 ML air)
1 sdm margarin
1/2 sdt garam
1 sdm coklat bubuk 
50 gr maizena 
50 gram gula (atau sesuai selera rasa manisnya)

How to:
Larutakan Maizena dengan sebagian susu. Sisihkan.
Masak susu dan semua bahan lain sambil diaduk hingga mendidih, lalu tuang larutan maizena, langsung diaduk terus sampe matang meletup-letup.
Angkat, dinginkan, siap dijadikan isi kue sus.

Selamat mencoba... 
Semoga bermanfaat 🙏




Cheese Potato


Bismillah... Ini salah satu cemilan favorite anak-anak dirumah...
Iya, Cheese Potato 🤩

Rasanya enak asin gurih dan teksturnya garing dan kriuk diluar tapi lembut didalam, enak dimakan dengan cocolan mayonaise atau sambal/saos botol 🥰

Yuuk langsung cobain resepnya
Bahannya mudah didapat kok...

Cheese Potato

Bahan:
1 kg kentang
170 gram keju (1 blok)
100 gram Maizena (sekitar 10 SDM)
1/4 sdt baking powder (bisa di skip)
1 sdt kaldu bubuk
1 sdt oregano (jika tidak ada bisa pake seledri yang di iris halus)

How to:
Kupas kentang,rebus lalu haluskan.
Campur dengan semua bahan, pipihkan dan potong-potong sesuai selera.
Goreng sampai matang kuning keemasan.

Sajikan selagi hangat, anak-anak pasti suka 🤩
Biasanya belum sempat dingin udah ludes 😄

Selamat mencoba...
Semoga bermanfaat 🙏

Dzikir Petang


Dzikir Petang

Ta’awudz)

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Ayat Kursi
Dibaca 1x

اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾

Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah [2]: 255).

Al-Ikhlas
Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤﴾

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.
(2) Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.
(3) Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan.
(4) Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
(Al-Ikhlas [112]: 1-4).

Al-Falaq
Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh.
(2) Dari kejahatan makhluk-Nya.
(3) Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.
(4) Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul.
(5) Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.
(Al-Falaq [113]: 1-5).

An-Naas
Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia.
(2) Raja manusia.
(3) Sembahan manusia.
(4) Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.
(5) Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
(6) Dari jin dan manusia.
(An-Nas [114]: 1-6).

Dibaca 1x

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu tempat kembali (bagi semua makhluk).

Sayyidul Istighfar
Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Dibaca 3x

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ulat, tenggelam atau ditelan bumi dan lain-lain).

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Ya Allah, yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau mendorongnya kepada seorang muslim.

Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dengan nama Allah, yang tidak akan berbahaya dengan namaNya, segala sesuatu di bumi dan langit, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dibaca 3x

رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai nabiku (yang diutus oleh Allah).

Dibaca 1x

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Kau serahkan kepadaku meskipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).

Dibaca 1x

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Di waktu sore kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.

Dibaca 10x atau 1x. Atau dibaca 100x 

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dibaca 100x

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Maha Suci Allah, aku memujiNya.

Dibaca 3x

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.

Dzikir Pagi

Dzikir Pagi

Ta'awudz

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Ayat kursi
Dibaca 1x

اللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى السَّمَاوَاتِ وَمَا فِى الْأَ رْضِ ۗ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ ﴿٢٥٥﴾

Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah [2]: 255).

Al Ikhlas
Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤﴾

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.
(2) Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.
(3) Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan.
(4) Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.
(Al-Ikhlas [112]: 1-4).

Al Falaq 
Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh.
(2) Dari kejahatan makhluk-Nya.
(3) Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.
(4) Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul.
(5) Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.
(Al-Falaq [113]: 1-5).

 An-Naas
Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ﴿١﴾ مَلِكِ النَّاسِ ﴿٢﴾ إِلَـٰهِ النَّاسِ ﴿٣﴾ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ﴿٤﴾ الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ النَّاسِ ﴿٥﴾ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ﴿٦﴾

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1) Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia.
(2) Raja manusia.
(3) Sembahan manusia.
(4) Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi.
(5) Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.
(6) Dari jin dan manusia.
(An-Nas [114]: 1-6).

Dibaca 1x

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu kebangkitan (bagi semua makhluk).

(Sayyidul Istighfar)
Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Dibaca 3x

اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf (ampunan) dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aurat badan, cacat, aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ulat, tenggelam atau ditelan bumi dan lain-lain).

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Ya Allah, yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau mendorongnya kepada seorang muslim.

Dibaca 3x

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dengan nama Allah, yang tidak akan berbahaya dengan namaNya, segala sesuatu di bumi dan langit, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


Dibaca 3x

رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai nabiku (yang diutus oleh Allah).

Dibaca 1x

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, dan jangan Kau serahkan kepadaku meskipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).

Dibaca 1x

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Di waktu pagi kami berada di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.

Dibaca 10x atau 1x. Atau dibaca 100x -pagi-

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dibaca 3x

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sesuai keridhaan-Nya, seberat timbangan arasy-Nya dan sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.

Dibaca 100x

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Maha Suci Allah, aku memujiNya.

Dibaca 100x pagi -atau- sore

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya.

Sabtu, 11 April 2020

Bandeng Presto


Bismillah...
Bandeng Presto enak gurih dan empuk sampe ke tulang.
Saya biasa bikin sekali banyak untuk disimpan dalam freezer buat stok lauk, so next time kalo butuh lauk praktis tinggal goreng aja 😊

Kalo buat sedikit-sedikit sayang waktu dan gas nya,hehe 

Ini resep yang cocok menurut saya lebih gurih ikannya pake bumbu ungkep simple tapi rasanya maknyuss.
Yuk cobain...

Bandeng Presto 

Bahan
2 Kg Ikan Bandeng segar, pilih yang sedang gak terlalu besar, kira-kira perkilonya 5 ekor. Jadi 2 kg sekitar 10 ekor.

Bumbu yang dihaluskan:
Bawang merah putih, kunyit, ketumbar, blender sampe halus.

Bumbu Cemplung:
 Laos, salam, sereh, daun jeruk. 

Jangan lupa kasih garam dan kaldu bubuk (opsional) agar rasanya asin gurih tidak hambar 😄 ada yang pernah masak gak pake garam? Rasanya hambar dong ya,hehe

Oke lanjut...
Siapkan panci presto,taro daun pisang dibawahnya, susun ikan, taburin bumbu halus dan bumbu cemplung,tutup dengan daun pisang.
Lalu susun kembali ikan diatasnya,kasih bumbu halus dan bumbu cemplung, jangan lupa taburin garam.
Lakukan sampe ikan habis.
Tuang air sampe ikan terendam.
Masak sekitar 45 menit - 1 jam. Dihitung setelah air mendidih.

Tunggu agak dingin dulu ya pancinya, pastikan semua uap udah keluar semua supaya tekanannya berkurang jadi aman ketika dibuka.

Ambil ikan kemudian goreng dengan kocokan telur.
Jadi deh lauk enak 🤩
Selamat mencoba 😊
Semoga bermanfaat 🙏

Mie Hijau Homemade

Bismillah... 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Kali ini saya mau share resep mie hijau homemade, warna hijaunya alami dari daun sawi. InsyaAllah lebih sehat biidznillah.. bisa jadi alternatif makanan buat anak-anak yang suka makan mie...

Yuuk langsung cobain resepnya:

Mie Hijau Homemade

Bahan
600 gram tepung terigu 
100 gram tepung tapioka
2 butir telur 
1 sdt garam 
2 sdm minyak goreng
1 ikat daun sawi hijau ( ambil daunnya saja)
250 ml air (untuk campuran memblender sawinya) 

How to:
Campur semua bahan sampai rata, uleni sebentar, lalu diamkan sekitar 1 jam.

Bagi adonan jadi beberapa bagian sesuai selera, lalu giling sambil ditaburi tapioka agar gak lengket.

Ini contoh penyajiannya
Saya buat mie ayam 🤩
Untuk resep mie ayam nya nanti saya share dipostingan berbeda ya insyaAllah...


Selamat mencobaa 😊
Semoga bermanfaat 🙏

Jumat, 03 April 2020

Perkedel Kentang


Bismillah... Kali ini mau share resep perkedel kentang yang enak masyaAllah 🤩
Langsung ke resep....

Bahan
1/2 kg kentang
100 gram kornet sapi
1 sdm bawang goreng
1 batang seledri iris halus
1/2 sdt garam
1/2 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt merica
1/4 sdt biji pala
1 butir telur untuk adonan 
1 butir telur untuk bahan pencelup sebelum di goreng 

How to :
Kupas kentang rendam air supaya gak hitam.
Potong-potong lalu goreng hingga warnanya kuning kecoklatan
Haluskan dan masukan kornet, daun seledri, bawang goreng, garam, kaldu bubuk, merica, pala dan telur, aduk rata, bentuk bulat dan pipihkan.
Celupkan ke dalam kocokan telur, goreng hingga matang.

Semoga bermanfaat 😊

Ayam Rempah Khas Manado


Bismillah... Ayam rempah khas Manado ini cocok untuk variasi menu lauk dirumah, buka bersama atau acara makan-makan bersama saudara...

Bahan:
Ayam dipotong-potong lalu cuci bersih dan tiriskan 

Bumbu Halus:
 10 siung Bawang merah
 5 siung bawang putih
 2 cm jahe
 3 cm kunyit
 4 cm Lengkuas muda
10 buah cabe merah
10  buah cabe rawit ( jika suka pedas bisa di tambahkan lebih banyak)
5 buah kemiri
5 SDM minyak goreng
Garam Dan kaldu bubuk
Air secukupnya

Daun yang dirajang halus:
3 lembar daun jeruk
2 lembar daun kunyit
2 lembar daun pandan
2 ikat daun kemangi
2 batang daun bawang
Semua dirajang halus / diiris tipis tipis.

How to:
Panaskan wajan, lalu masukan ayam yang sudah dicuci bersih,aduk sebentar.
masukan bumbu yang sudah dihaluskan kedalam wajan berisi ayam.
Biarkan sekitar 5 menit sampai air dari ayam keluar lalu masukkan bumbu halus.
Masukan garam dan penyedap, aduk rata.
Kemudian tuang minyak goreng kedalam wajan dan aduk hingga tercampur rata.  Lalu masukan dedaunan yang tadi sudah dirajang halus. Masak hingga ayam empuk dan bumbu mengering. Aduk sesekali jangan sampai gosong.

Semoga bermanfaat 😊

Rabu, 05 Februari 2020

Membentuk Karakter Anak

Bismillah...tulisan ini saya dapat dari kak Eka Wardhana S.psi, seorang penulis lebih dari 490 judul buku. menurut saya materi ini sangat penting sekali terutama bagi para orang tua khususnya saya yang masih terus belajar sampai sekarang. Karena itu saya tulis disini semoga banyak orang tua lainnya terinspirasi dan menjadi amal jariah bagi semuanya, aamiin 

BAGAIMANA MEMBENTUK KARAKTER ANAK MELALUI KISAH NABI MUHAMMAD
SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM


Oleh: Kak Eka Wardhana, RUMAH PENSIL PUBLISHER

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh...

Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, keluarga, sahabatnya, serta umatnya sampai akhir zaman.

Ayah dan Bunda yang terhormat, selamat berjumpa bersama saya dari Rumah Pensil Publisher. Tema yang kita bahas kali ini, adalah hal yang sangat, sangat, sangaaat penting, Ayah dan Bunda. Bagi saya, keberhasilan orangtua muslim mendidik anaknya tidak cukup dilihat dari pencapaian prestasi akademisnya saja di sekolah. Keberhasilan kita, para orangtua muslim, mendidik anak justru terlihat dari seberapa banyak pribadi Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tercermin dalam karakter mereka.
Untuk hal sepenting ini, semoga kita yang telah meluangkan waktu untuk sharing ilmu di sini diberkahi pahala dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sudah siap? Yuk, kita mulai.😊
Bismillah...

APA ITU KARAKTER?

Menurut Kamus Psikologi, Karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, dan biasanya dikaitkan dengan sifat-sifat yang relatif tetap (Dali Gulo, 1982).

Dengan kata lain, Ayah dan Bunda, karakter adalah sifat-sifat moral entah itu baik atau buruk, yang memang sudah melekat dalam pribadi seseorang. Bila karakter berasal dari bahasa Inggris, padanan kata paling dekat dalam bahasa Indonesia adalah “Watak”. Dalam terminologi Islam, kata paling dikenal yang mendekati karakter adalah “Akhlaq”.

Akhlaq didefinisikan sebagai reaksi spontan seseorang saat mengalami sesuatu. Contohnya bila kendaraan kita diserempet tak sengaja di jalan, apa reaksi spontan kita? Marah dan mencaci maki? Atau tenang dan bersabar? Itulah akhlaq kita.

Jadi bagaimana caranya kita melaksanakan pekerjaan besar ini? Kesannya berat dan susah ya? 

Tenang, menurut saya ada satu cara mudah (tapi pelaksanaannya tergantung semangat kita), yaitu dengan memanfaatkan cerita dan buku. Masak sih bisa dengan dua hal sederhana itu? Beneran, Ayah dan Bunda.

Jadi cerita seperti apa? Buku seperti apa? Dan bagaimana cara praktisnya? Penasaran kan? Yuk, kita lanjuuut...

BAHAYA BILA TIDAK MENGENAL RASUL

Oke, Ayah dan Bunda, bila ditanya: cerita seperti apa yang paling tepat untuk membentuk karakter anak sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah? Tentu jawabannya adalah cerita yang di dalamnya paling banyak menggambarkan tentang diri Rasulullah sendiri. 

Mengapa demikian? Sebab karakter yang diajarkan Rasulullah terlihat jelas dalam diri Beliau. Bukankah Bunda Aisyah, orang yang paling dekat dengan Rasul, menyampaikan bahwa diri Rasulullah adalah Al-Qur’an Berjalan?

Jadi cerita yang paling tepat adalah cerita tentang kisah kehidupan Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sendiri. Juga kisah tentang orang-orang yang setia mengikutinya: keluarga, sahabat-sahabat dan para pengikutnya.

Bagaimana bila tidak?
Ayah dan Bunda, kita di Indonesia punya istilah sederhana tapi berlaku di seluruh dunia dan sepanjang waktu: Tak kenal maka tak sayang.

Bila sedari dini anak tidak kenal dengan Rasulnya, maka sulit mengharapkan cinta untuk Rasul dari dalam dirinya. Jangan kan cinta, bahkan rasa sayang pun tidak. Di sinilah, Ayah dan Bunda, letak bahaya bila orang tidak mengenal Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Kalau Anda bertanya heran, “Mengapa ada orang yang bekerja dengan memberangkatkan orang ke tanah suci sampai tega menipu milyaran rupiah uang jamaahnya sendiri?” Nah, Ayah dan Bunda, bagi saya inilah jawabannya: mereka tidak pernah mencintai Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Kalau Anda bertanya heran, “Mengapa ada orang yang mau-maunya menjadi pengikut Nabi palsu padahal dia pernah tahu bahwa Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah rasul terakhir?” Jawabannya sama: mereka tidak pernah mencintai Rasulnya sendiri.

Jadi sangat jelas, Ayah dan Bunda, bahaya tidak mencintai Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam adalah penyimpangan aqidah.

Lalu, mengapa orang bisa tidak mencintai Rasul padahal sejak kecil mereka diajarkan agama di sekolah? Jawabannya adalah: karena yang diajarkan waktu kecil itu adalah TAHU tentang Rasul, bukan CINTA Rasul.

Coba ingat-ingat, Ayah dan Bunda, sewaktu SD dulu yang ditanya saat ujian adalah “Tahun berapa Nabi Muhammad dilahirkan? Siapa nama ayah Nabi Muhammad? Siapa nama kakeknya?” dan semisalnya. Tidak pernah kita ditanya, “Apa yang kamu rasakan ketika orang kafir mengejek Nabi Muhammad? Seandainya kamu bertemu Nabi Muhammad, apa yang akan kamu sampaikan pada beliau? Cobalah tulis surat penuh sayang pada Nabi Muhammad?”

Padahal, Ayah dan Bunda, dalam Hadis Riwayat Ath-Thabrani, Rasulullah pernah berpesan, “Didiklah anak-anakmu tiga perkara: cinta kepada Al-Qur’an, cinta kepada Nabi mereka dan cinta kepada sanak keluarga Nabinya.”

Perhatikan, apa yang Rasul pesankan itu: AJARKAN CINTA, bukan sekadar tahu.

Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu anhu, adalah seorang sahabat Nabi yang kelak menaklukkan Persia. Sa’ad pernah mengatakan, “Kami mengajar anak-anak kami sejarah hidup Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seperti kami mengajarkan kepada mereka surah dari Al-Qur’an.

Nah, Ayah dan Bunda, mudah-mudahan kita sudah yakin sekarang, betapa pentingnya mengajarkan kisah Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alahihi Wassalam pada anak-anak sejak kecil dan betapa berbahayanya hal itu bila terlewatkan...

MENGAPA KISAH?

Ayah dan Bunda tentu bertanya: mengapa kisah?
Setidaknya ada 6 jawaban yang pantas untuk disimak, yaitu:

1. Kisah adalah Sebagian Tentara Allah yang Diturunkan ke Bumi

Ayah dan Bunda tentu sudah tahu jawabannya bila ditanya: siapa sebenarnya musuh abadi dan terbesar manusia?

Yak, benar! Jawabannya adalah Iblis dan setan laknatullah alaih!
Kita tahu benar bahwa melawan setan sendirian sangatlah tidak mungkin, sebab setan adalah musuh yang amat kuat, gigih, keras kepala dan sulit terdeteksi. Jadi, untuk melawan setan, kita memerlukan bantuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Untung bagi kita bahwa Allah sendiri menurunkan bala tentara-Nya untuk menolong manusia menghancurkan setan. Namun sayang, hanya sebagian kecil dari kita yang memanfaatkan bahkan menyadarinya.

Ayah dan Bunda, seorang ustadz yang pernah saya temui berkata bahwa sebagian tentara Allah yang diturunkan ke bumi adalah kisah-kisah islami.

Bila dihubungkan dengan pendidikan anak, membeli buku-buku islami seperti mendatangkan pasukan pelindung bagi anak-anak kita. Membacakan mereka kisah-kisah islami berarti memasukkan tentara pelindung ke dalam qolbu, tempat berlangsungnya pertempuran sengit melawan balatentara setan.

Luar biasa pentingnya, bukan, Ayah dan Bunda? Sayang sekali berkisah saat ini sudah banyak dilupakan para orangtua muslim.

2. Kisah Sangat Efektif dalam Menyampaikan Informasi

Ayah dan Bunda, menurut saya ada satu hal penting yang banyak dilupakan para pengajar saat menyampaikan materi buat murid-muridnya: alur cerita. Mengapa penting? Sebab alur cerita akan membuat pelajaran lebih mudah dipahami dan dicerna.

Sebagai contoh, seorang pengajar ingin menyampaikan 10 informasi ini:
1. Laba-laba memiliki 8 kaki.
2. Laba-laba berjalan dengan cara merayap.
3. Laba-laba hidup di atas pohon
4. Sarang laba-laba berbentuk jaring melingkar.
5. Laba-laba termasuk hewan yang membuat sarangnya sendiri.
6. Sarang laba-laba mengandung perekat untuk menangkap mangsanya.
7. Lalat adalah salah satu makanan laba-laba.
8. Laba-laba mampu mengenal bagian-bagian jaring yang tidak mengandung perekat sehingga ia tidak melekat di jaringnya sendiri.
9. Doa makan itu berbunyi, “Allahumma baariklana fiima rozaqtana waqinaa azaa bannaar.”
10. Saat mendekati kematian hendaklah seorang mengucap 2 kalimat syahadat, “Asyhadu alaa ilaaha ilallaah, wa asyhadu anaa Muhammad rasuulullaah.”

Nah, menurut Ayah dan Bunda, seberapa cepat anak usia 7 tahun bisa mencerna 10 informasi di atas? Tentu tergantung kemampuan masing-masing, tapi hampir bisa dipastikan jarang sekali anak yang mampu menangkap (apalagi menghapal) 10 informasi itu dalam waktu singkat.

“Lalat!” seru Labi penuh harap.
Harapan Labi terkabul... BLEP! Lalat yang tidak melihat jaring tipis Labi, terjerat dan tak bisa melepaskan diri karena perekat yang sangat kuat.

“TOLOOONG!” seru Lalat.
Labi pun mendekat dan membaca doa makan, “Allahumma baariklana fiima rozaqtana waqinaa azaa bannaar.”

Lalat sudah tahu bahwa ajalnya tiba, maka ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat, agar wafat dalam keadaan muslim, “Asyhadu alaa ilaaha ilallaah, wa asyhadu anaa Muhammad rasuulullaah.”
Lalu... Hap! Labi menerkam sang lalat....

Ayah dan Bunda, menurut Anda mana cara menyampaikan pelajaran yang lebih menarik dari kedua contoh di atas? Bila jawabannya cara yang kedua, berarti Anda telah mengerti betapa efektifnya kemasan cerita dalam melunakkan informasi sehingga lebih mudah dimengerti dan dihapalkan anak.

Bercerita lebih menyenangkan. Bukankah belajar dalam suasana yang menyenangkan lebih efektif hasilnya?

3. Kisah Dapat Mengubah Nasib Suatu Bangsa

Saat pertama kali mendengarnya saya melompat dari tempat duduk dan berteriak, “Apa? Kisah dapat mengubah nasib suatu bangsa? Serius?”

Ternyata beneran serius, Ayah dan Bunda. Kesimpulan ini didapat dari penelitian yang dilakukan oleh David McClelland, seorang psikolog. Pak McClelland melakukan penelitian psikologi-sejarah tentang dua bangsa besar yang berabad lalu pernah bersaing memperebutkan wilayah jajahan di seluruh dunia: Spanyol versus Inggris.

Setelah melewati beberapa kali peperangan yang menentukan, akhirnya Inggris berhasil mengalahkan Spanyol sekaligus mengukuhkan diri sebagai penjajah terbesar di dunia masa lalu.
Sebagai psikolog, Pak McClelland tentu tidak meneliti dari sudut pandang militer dan politik, melainkan dari sudut pandang psikologis. Singkat kata, McClelland menemukan suatu fakta menarik yang sangat mungkin menentukan kemenangan Inggris atas Spanyol. Di Inggris saat itu sudah terbentuk kebiasaan bahwa setiap malam, para orangtua (terutama ibu) menceritakan kisah-kisah yang isinya mengubah nasib sang tokoh dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang akhirnya meraih kegemilangan. Sementara di Spanyol, tidak didapati kebiasaan itu.

Nah, Ayah dan Bunda, kesimpulannya: generasi sebuah bangsa yang secara masif diberikan dongeng motivasi yang menggugah semangat, ternyata mampu mengalahkan generasi dari bangsa lain yang lebih kaya dan lebih kuat. Bagi saya ini adalah salah satu penemuan penting yang tidak kalah dahsyatnya dengan penemuan pesawat terbang dan handphone. Tapi sayang, banyak orang, terutama kita di Indonesia, tidak menyadarinya sama sekali.
Jadi, kalau nasib sebuah bangsa bisa berubah oleh kebiasaan mendongeng, apakah nasib seorang anak juga bisa berubah bila orangtuanya terbiasa membacakan cerita? Tentu saja, Ayah dan Bunda! Tentu saja!

Nah, setelah mendapatkan kenyataan ini, masihkah kita malas bercerita, mendongeng dan berkisah?

4. Ada Hubungan Hangat antara: Pencerita-Tokoh Cerita-Pendengar

Ayah dan Bunda, saat bercerita, diam-diam terjadi hubungan segitiga antara Anda yang bercerita, tokoh yang tengah dikisahkan dan anak Anda yang asyik mendengarkan. Bila yang dikisahkan tokoh yang baik hati dan penuh sayang, segitiganya menjadi segitiga cinta. Bila yang sedang diceritakan adalah jelangkung atau kuntilanak, segitiganya menjadi segitiga horor!

Seberapa besar pengaruh segitiga ini pada diri anak? Besar sekali, Ayah dan Bunda. Lihat saja, anak yang sering diceritakan kisah-kisah seram, biasanya takut ke kamar mandi sendiri di malam hari. Sebaliknya, bayangkan bila yang diceritakan adalah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, jangan heran bila dalam hati anak-anak akan tumbuh sosok Rasulullah sebagai seorang idola. Bukannya artis seronok dan suka pamer materi di instagram, atau atlet berprestasi tapi sangat hedonis, melainkan Nabi Muhammad! Nabi Muhammad sebagai idola, gitu loh, Ayah dan Bunda! Benar-benar sangat luar biasa, bukan?

Ingat, apa yang tertanam di waktu kecil, akan berbuah di masa dewasa. Bila di waktu kecil ditanamkan rasa takut pada hantu, ia akan tumbuh jadi orang penakut sampai tuanya. Sedangkan bila yang ditanamkan adalah rasa cinta kepada Nabinya di waktu kecil, anak-anak akan tumbuh menjadi pemuda shalih dan pemudi shalihah yang gemar berbuat baik dan berguna buat orang lain.
Nah, Ayah dan Bunda. Masih meremehkan kedahsyatan budaya bercerita?

5. Kisah Menambahkan Dua Hal yang Saling Berkait: Kehangatan dan Kecerdasan

Saat hati yang hangat bertemu dengan kecerdasan, hasilnya adalah ramuan kesuksesan. Guru yang pandai dan baik hati adalah idola bagi murid-muridnya. 

Orangtua yang penyayang dan cerdas adalah orangtua yang amat dicintai anak-anaknya. Demikian pula yang terjadi pada seorang bos, presiden, menteri, suami, dan seterusnya.
Tapi sayang, kelihatannya tidak banyak orang yang seideal itu. Iya kan, Ayah dan Bunda? Ternyata kita baru sadar bahwa kehangatan dan kecerdasan sulit menyatu dalam waktu lama. Bila keduanya bisa menyatu dalam waktu lama, barulah bisa kita namakan ia karakter.

Nah, momen mendongeng dan bercerita adalah saat ketika kedua hal itu bisa bertemu. Rasa hangat dirasakan orangtua saat senyum anak merekah mendengar cerita. Rasa hangat dirasakan anak saat mendengar untaian kata keluar dari mulut orangtua berupa kisah-kisah indah yang menyentuh emosi.

Kecerdasan akan tumbuh dengan sendirinya dari hati yang selalu merasa hangat. Selain itu kisah-kisah yang dibacakan juga menyampaikan kecerdasan dengan caranya sendiri, berupa penyampaian tentang perjuangan sang tokoh cerita dalam mengatasi rintangan. Ada tokoh yang mengandalkan sikap jujur atau keberanian atau rasa pemaaf dan lainnya. Itu adalah bentuk-bentuk kecerdasan, Ayah dan Bunda. Ingatlah, kecerdasan itu banyak sekali bentuknya.

Semakin sering kita bercerita, semakin sering pula kehangatan dan kecerdasan bertemu, sehingga semakin besar pula kemungkinan perpaduan keduanya menetap dalam diri anak dan menjadi karakter. Bila ramuan sukses itu sudah menetap dalam diri anak, jadi apapun mereka kelak di masa depan, tak perlu lagi kita merasa khawatir. Insyaa Allah....

Jadi, kita memang tidak bisa meremehkan teknik berkisah dalam pendidikan anak, bukan?

6. Sebagian Besar Isi Al-Qur’an pun Berbentuk Kisah

Ini yang luar biasa, Ayah dan Bunda: ternyata lebih dari separo isi Al-Qur’an disampaikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam bentuk kisah dan cerita!

Lho, bila Yang Mahakuasa dan Mahatahu Segalanya saja sudah memakai bentuk kisah dalam Kitab Suci-Nya, sudah tidak perlu panjang lebar lagi menjelaskan betapa dahsyatnya metode berkisah ini. Iya kan, Ayah dan Bunda?

BAGAIMANA SEBUAH KISAH BISA MENGUBAH KARAKTER?


Baiklah, Ayah dan Bunda, semoga sampai di sini kita semua sudah paham mengapa kita perlu menggunakan kisah sebagai metode pendidikan karakter. 

Sekarang pertanyaannya: Bagaimana caranya kisah dapat mengubah karakter?

Jawabannya adalah Gunung Es. 

Lho, apa maksudnya ini?
Sebelum dijelaskan, jawab dulu pertanyaan ini ya, hehe: bagian mana yang lebih besar dari sebuah gunung es, yang di atas permukaan laut atau yang di bawah permukaan laut?

Bila bingung, masukkan saja sebongkah es batu ke dalam sebuah gelas bening berisi air bening. Perhatikan mana yang lebih besar: yang ada di atas permukaan air atau yang di bawah?

Tentu saja yang ada di bawah permukaan air. Nah, demikian pula dengan kesadaran manusia. Manusia itu punya 2 macam jenis kesadaran: alam atas sadar dan alam bawah sadar. Bila dibandingkan, persis seperti gunung es atau es batu tadi: ternyata alam bawah sadar jauh lebih besar dari alam sadar.
Semua kejadian yang dialami manusia pertama-tama berada di alam sadar. Tetapi setelah hal itu berlalu dan fokusnya berganti ke hal yang baru, peristiwa yang pertama itu masuk ke alam bawah sadarnya. Demikian terus-menerus terjadi setiap saat. Apakah yang memasuki alam bawah sadar itu hilang? Tidak, ia hanya tersembunyi. Suatu waktu ia bisa kembali ke alam sadar seperti paus yang muncul dari bawah laut. Semakin berkesan suatu peristiwa, semakin mudah ia muncul ke permukaan. Saat sebuah ingatan dari alam bawah sadar sering muncul, ia akan mempengaruhi karakter seseorang. Kira-kira begitu mekanismenya, Ayah dan Bunda.

Nah, cerita-cerita yang didengar seorang anak pertama-tama tentu akan diterima oleh alam sadarnya dulu. Namun dengan cepat hal itu akan berlalu dan berganti masuk ke alam bawah sadar. Semakin menyentuh emosi sebuah kisah (bisa jadi sangat indah, sangat menakutkan, sangat lucu dan lainnya), semakin mudah ia muncul ke permukaan. Semakin sering sebuah nilai dalam sebuah cerita didengarkan (misalnya: kejujuran, keberanian, dll) semakin mudah pula ia muncul ke permukaan. Semakin kuat pula nilai itu akan memperkokoh karakter.
Jadi kesimpulannya: semakin sering sebuah kisah diperdengarkan kepada anak, semakin kuat pula nilai-nilai dalam kisah ini kelak akan memperkuat karakternya. Semakin berkesan sebuah kisah, semakin besar pula kekuatannya untuk muncul kembali dari alam bawah sadar. Maka itu berhati-hatilah dalam berkisah, Ayah dan Bunda. Usahakan agar sebanyak mungkin nilai-nilai baik yang didengarkan dan jauhkan sebisanya nilai-nilai buruk.

Seperti kenyataan yang didapat dari penelitian David McClelland di atas: semakin sering anak-anak Inggris mendengar kisah bahwa nasib bisa berubah bila mereka berjuang, semakin kuat pula karakter juang mereka untuk mengubah nasib.
Begituh kira-kira, Ayah dan Bunda.

CARA MEMILIH BACAAN


Setelah kita menyadari pentingnya sebuah kisah, kini kita melangkah pertanyaan berikutnya: bagaimana cara memilih buku atau bacaan yang baik?

Pertama, Pilih Buku Sesuai Usia Anak

Tentu saja anak usia balita akan berbeda pilihan bukunya dengan anak-anak yang sudah duduk di bangku SD. Sama halnya hampir tak mungkin anak berusia SD tertarik pada buku-buku bacaan sederhana khas balita. Kenapa? Tentu saja karena cara berpikir (kognisi) mereka berbeda.
Untuk anak-anak balita, pilih buku bacaan dengan sedikit tulisan tapi penuh gambar (Wordless Picture Book).

Kedua, Hindarkan Buku yang Memuat Kisah-kisah Perusak Aqidah

Yang saya maksud dengan perusak aqidah adalah buku-buku yang berhubungan dengan sihir, hantu, dewa-dewi dan hal-hal semacamnya. Sayangnya, kisah-kisah seperti ini memang mempunyai daya tarik yang sangat kuat. Karena itu pendampingan pada anak amat perlu diberikan. Tanpa memaksa, beri pengertian pada anak kenapa suatu buku yang walaupun menarik, tetapi tidak layak dipilih karena faktor kerusakan aqidah yang bisa ditimbulkannya.

Termasuk kisah-kisah tradisional yang tidak mendidik. Misalnya tentang seorang anak yang mencintai ibunya sendiri dan hal semacam itu. Biarlah, kelak bila ia sudah dewasa, anak tahu sendiri kisah-kisah tradisional. Tetapi masa emasnya di waktu kecil akan cepat berlalu, jadi Ayah dan Bunda fokus kepada buku-buku yang mengandung contoh akhlaq mulia.
Meski demikian, hindari buku-buku yang terkesan menggurui. Selain membosankan, buku-buku yang menggurui cenderung membuat anak kehilangan semangat kebebasan dan berkreasinya.

Ketiga, Pilih Buku tentang Kehidupan para Nabi dan Sahabat

Seperti yang sudah kita bahas, penting sekali mengenalkan kehidupan para Nabi dan Sahabat sejak dini. Sayangnya, buku-buku seperti ini sangat terbatas jumlahnya. Itu pun kebanyakan dihadirkan tanpa kemasan yang menarik. Meski demikian seharusnya tidak menghalangi kita untuk menghadirkan versi terbaik buku-buku itu sebisa kita. Ingat, tujuan kita besar dan mulia. Tak mungkin hal itu dicapai tanpa perjuangan.

Mengajarkan kehidupan para Nabi sama dengan mengajarkan isi Al-Qur’an pada anak. Jadi buku jenis ini memang luar biasa. Sayang sekali banyak kita yang tidak mau bersusah payah memilikinya. Coba cek di rumah kita, rumah saudara kita, atau rumah teman kita. Berapa banyak di antara mereka yang telah memiliki dan membacakan kisah-kisah Nabi dan Sahabat pada anak-anaknya?

Keempat, Sebagai Tambahan Boleh Pilih Buku Netral tapi Tetap Sesuai Akhlaq Islami

Ingat, seperti yang disabdakan Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, bahwa ilmu dan hikmah sebenarnya milik setiap muslim, maka cari dan ambillah dimanapun kita menemukannya. Mengingat buku-buku islami masih jauh lebih sedikit dibanding buku-buku umum, kita bisa saja memanfaatkan buku-buku umum yang bermanfaat untuk mengajarkan akhlaq islami seperti motivasi tinggi, pantang menyerah dan lainnya. Asal syaratnya ya itu tadi: tidak menyalahi aqidah.

Menurut saya, bila anak telah mengetahui kisah Rasulullah dan para sahabat, bisa saja anak diperkenalkan dengan tokoh-tokoh besar dunia seperti Thomas Alva Edison, Napoleon Bonaparte, dan lainnya itu. Terdapat banyak sekali hikmah dalam kehidupan mereka. Untuk anak-anak usia dini, bisa saja disampaikan kisah-kisah dongeng binatang yang bagus asalkan tetap tidak menyalahi akhlaq dan terutama aqidah kita.

CARA BERCERITA


Baik Ayah dan Bunda, bagaimana cara bercerita yang baik? Ada tiga tips sederhana (tapi pelaksanaannya pasti tidak sesederhana itu):

1. Lakukan Rutin

Segala sesuatu akan terasa ringan bila telah rutin dilakukan. Masalahnya adalah bagaimana membentuk rutinitas sedari awal. Ada teori yang mengatakan agar sesuatu dilakukan terus-menerus selama 21 hari agar terbentuklah kebiasaan. Bila telah terbiasa, maka rutinitas menjadi tanpa beban.

Bagi saya, kuncinya adalah menikmati, Ayah dan Bunda. Bila Anda menikmati story time bersama anak-anak, melakukannya setiap hari bukanlah menjadi hal yang sulit.

Satu hal yang terasa berat dalam membentuk kebiasaan adalah meluangkan waktu. Di tengah kesibukan, bisakah kita meluangkan waktu buat bercerita? Namun sekali lagi, bila kita menikmatinya, insyaa Allah kita akan sanggup.

Bagi anak-anak yang sudah bisa membaca mandiri, ajak mereka memilih buku kesukaannya. Usahakan agar kita juga ikut membaca sehingga bisa berdiskusi di setiap ada kesempatan.

2. Lakukan di Waktu yang Tepat

Membaca cerita akan efektif bila dilakukan dalam suasana rileks. Anak maupun orangtua harus merasakannya bersama. Bila salah satu merasa terpaksa, hasilnya tidak bisa maksimal. Itulah sebabnya seluruh dunia sepakat bahwa waktu bercerita terbaik adalah di saat menjelang tidur.
Selain menjelang tidur, dimana ada waktu santai juga bisa kita manfaatkan untuk bercerita. Bila dilakukan di luar rumah, bercerita akan lebih terasa ringan bila kita melakukannya tanpa buku.

 Maksudnya, orangtua sudah membaca dan mengerti garis besar cerita lalu mengisahkannya langsung dengan gaya sendiri.

Bagi anak-anak yang berada di usia menjelang remaja, kita bisa mengangkat suatu peristiwa dan mengaitkannya dengan cerita yang kita baca. Misalnya saat melihat atau mendengar berita tentang orang yang senang hidup bermewah-mewah, kita bisa mengangkat kisah Sahabat Nabi yang bernama Abu Dzar Al-Ghifari. Untuk anak-anak seusia ini, memang lebih efektif bila kita bisa bercerita tanpa buku.

3. Peragakan Ekspresi

Ayah dan Bunda, apakah Anda pernah bercita-cita atau sekadar membayangkan menjadi seorang aktor atau aktris? Nah, saat Anda bercerita, jadilah aktor dan aktris. Bila Anda bersedia melakukannya, story time akan menjadi sangat berkualitas dan menyenangkan.
Kuncinya, Ayah dan Bunda, hidupkan lagi semangat anak-anak dalam diri Anda! Ingatlah, dulu Anda pernah jadi anak-anak. Bayangkan betapa serunya Ayah dan Bunda yang masih kecil bertemu dengan anak-anak mereka di usia yang sama dan bertualang bareng dalam sebuah kisah. Keren banget kaaan?

KESIMPULAN

Ayah dan Bunda, kesimpulan kita sederhana saja: bercerita tentang Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan para Sahabatnya ternyata sangat penting dalam menginternalisasi karakter islami dalam diri Anak-anak.

Pertanyaannya kembali kepada Anda, Ayah dan Bunda. Seberapa dalam Anda menyadarinya sehingga tergerak untuk memanfaatkan metoda bercerita ini semaksimal mungkin?

Sampai jumpa lagi dalam kesempatan selanjutnya. Insyaa Allah.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan khilaf nya, Terimakasih sudah berkenan menyimak, semoga ada pelajaran yg dapat di praktekan
Saya, Eka Wardhana dan tim Rumah Pensil Publisher mohon pamit. Baarokallooh fii kum.

Subhanaka allahumma wabihamdika asyhadu alaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Salam Smart Parents! 

Sop Tulang

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ini adalah resep Sop Tulang yang enak banget, rasanya segerr dan jadi menu favorite dirumah....