Minggu, 23 Oktober 2011

Ketika Akhwat Jatuh Cinta

Akhwat jatuh cinta..
Tak ada yg aneh, mereka juga adalah
manusia.
Bukankah cinta adalah fitrah
manusia?
Tak pantaskah akhwat jatuh
cinta?
Mereka juga punya hati dan rasa..
Tapi tahukah kalian betapa
berbedanya mereka saat cinta
seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada
rona malu di wajah, tak ada
buncah suka di dada..
Namun sebaliknya..
Ketika akhwat jatuh cinta..
Yg mereka rasakan adalah
penyesalan yg amat sangat, atas
sebuah hijab yg tersingkap.
Ketika lelaki yg tak halal baginya,
bergelayut dlm alam fikirnya, yg mereka
rasakan adalah ketakutan yg begitu
besar akan cinta yg tak suci lagi..
Ketika rasa rindu mulai merekah
di hatinya, yg mereka rasakan
adalah kesedihan yg tak terperih
akan sebuah asa yg tak semestinya..
Tak ada senyum bahagia, tak ada
rona malu..
Yang ada adalah malam2 yg di
penuhi air mata penyesalan atas
cintaNya yg ternodai..
Yg ada adalah kegelisahan, karena
rasa yg salah arah..
Yg ada adalah penderitaan akan
hati yg mulai sakit..
Ketika akhwat jatuh cinta..
Bukan harapan untuk btemu yg mereka
nantikan, tapi yg ada adalah rasa
ingin menghindar dan menjauh
dari org tsb.
Tak ada kata2 cinta, dan rayu.. Yg
ada adalah kehawatiran yg amat
sangat akan hati yg mulai
merindukan lelaki yg belum halal
atau bahkan tak akan pernah
halal baginya..
Ketika mereka jatuh cinta, maka
perhatikanlah, kegelisahan di
hatinya yg tak mampu lagi
memberinya ketenangan di
wajahnya yg dulu teduh..
Mereka akan terus berusaha
mematikan rasa itu
bagaimanapun caranya.. Bahkan
kendati dia harus menghilang,
maka itu pun akan mereka lakukan..
Alangkah kasihannya jika akhwat
jatuh cinta.. Karena yg ada adalah
penderitaan..
Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan
ini ujian dr Rabbmu..
Matikan rasa itu secepatnya..
Pasang tembok pembatas antara
kau dan dia..
Pasang duri dalam hatimu agar rasa
itu tak tumbuh bersemai..
Cuci dgn air mata penyesalan
akan hijab yg tersingkap..
Putar balik kemudi hatimu, agar
rasa itu tetap terarah padaNya..
Pupuskan rasa rindu padanya dan
kembalikan dalam hatimu rasa
rindu akan cinta Rabbmu..
Ukhti.. Jangan khawatir kau akan
kehilangan cintanya.. Karena bila
memang kalian di takdirkan
bersama, maka tak akan ada yg
dapat mencegah kalian bersatu..
Tapi ketahuilah, bagaimana pun usaha
kalian untuk bersatu, jika Allah tak
menghendakinya, maka tak akan
pernah kalian bersatu..
Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan
Allah yg mengaturnya.. Maka
yakinlah.. Semuanya akan baik-
baik saja..

By: Ummu Sa'ad 'Aztriana'

Jumat, 14 Oktober 2011

Belajar Menulis

Sebenarnya saya belum mahir menulis tapi saya ingin belajar,karena itu jreeengg mulailah saya menulis,walau sebenarnya belum tau apa yg mau di tulis,bingung mau mulai dari mana,bingung milih kata2 yg tepat dsb... tapi kata org bijak bila ingin belajar menulis maka "Mulailah!", yah.. cara terbaik untuk awal belajar menulis adalah "mulai sekarang juga" jangan tunda nanti,tidak usah bingung mengenai susunan kata2,tulislah apa yg ada di pikiranmu dan tuangkanlah dalam sebuah kalimat,jangan dulu berpikir pendapat orang tentang "ih tulisannya ngga berbobot" biarin,PD aja lagi,:-D karena seiring berjalannya waktu bila kamu rajin menulis maka perlahan2 kamu akan bisa dgn sendirinya mengoreksi tulisan2mu,dan akhirnya menjadi karya tulis yg indah dan bermanfa'at :-)
Mengutip kata2 dari motivator terkenal Bapak Mario Teguh:
"Tugas kita bukanlah untuk berhasil,
Tugas kita adalah untuk mencoba,
Karena di dalam mencoba itulah kita akan menemukan cara untuk berhasil"

Terinspirasi dari kalimat tersebut maka saya pun mulai mencoba menulis. Buat teman2 yg ingin belajar menulis apa saja,entah itu tentang keseharian kita,pengalaman pribadi,atau yg bertema kan cinta atau apaaa aja,tuangkanlah apa yg kamu rasakan dan apa yg kamu pikirkan ke dalam sebuah tulisan.

Tidak punya laptop bukanlah alasan untuk menunda menulis,karena menulis bisa di mana saja seperti tulisan saya ini saya buat ketika saya sedang menunggu anak saya pulang sekolah dan saya posting ke blog by hp pula,hehee (criing narsis B-))
Oh ya 1 lagi,hee..

Ada yg berpendapat bahwa "tulisanmu adalah cermin pribadimu"...jadi sebelum menulis bertanyalah pada dirimu sendiri apa tujuanmu menulis?

Kalo saya,alasan saya menulis adalah..saya ingin tulisan saya bermanfa'at untuk orang lain,karena salah satu hal yg bisa menyelamatkan kita di akhirat kelak adalah "ilmu yang bermanfa'at", dan melalui sebuah karya tulis, apa yg kita tuliskan akan terus bermanfa'at bagi orang banyak walaupun penulisnya telah wafat.

Oke teman's bila kamu ingin belajar menulis,jangan ragu lagi ya,mulailah sekarang juga..okey! ;-)

Selasa, 11 Oktober 2011

I’m an Actor, not Reactor.

Dua orang ibu memasuki toko pakaian dan
membeli baju seragam anaknya.
Ternyata pemilik tokonya lagi bad
mood sehingga tidak melayani
dengan baik, malah terkesan
buruk, tidak sopan dengan muka
cemberut.

Ibu pertama jelas jengkel
menerima layanan yang buruk
seperti itu. Yang mengherankan,
ibu kedua tetap enjoy, bahkan
bersikap sopan kepada
penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa
Ibu bersikap demikian sopan
pada penjual menyebalkan itu?”

Lantas dijawab, “Mengapa saya
harus mengizinkan dia
menentukan cara saya dalam
bertindak? Kitalah sang penentu
atas hidup kita, bukan orang
lain.” 

“Tapi ia melayani dengan buruk
sekali,” bantah Ibu pertama.


“Itu masalah dia. Kalau dia mau
bad mood, tidak sopan, melayani
dengan buruk, dll, toh tidak ada
kaitannya dengan kita. Kalau kita
sampai terpengaruh, berarti kita
membiarkan dia mengatur dan
menentukan hidup kita, padahal
kitalah yang bertanggung jawab
atas diri kita,” jelas Ibu kedua.


Tindakan kita kerap dipengaruhi
oleh tindakan orang lain kepada
kita. Kalau orang melakukan hal
buruk, kita akan membalasnya
dengan hal yang lebih buruk lagi
dan sebaliknya. Kalau orang tidak
sopan, kita akan lebih tidak sopan
lagi. Kalau orang lain pelit
terhadap kita,kita yang semula
pemurah tiba jadinya sedemikian
pelit kalau harus berurusan
dengan orang tersebut. Ini berarti
tindakan kita dipengaruhi oleh
tindakan orang lain. Sementara
kita sendirilah yang bertanggung
jawab atas segala akibat
perbuatan kita.


Kalau direnungkan, sebenarnya
betapa tidak arifnya tindakan kita.
Mengapa untuk berbuat baik
saja, harus menunggu
diperlakukan dengan baik oleh
orang lain dulu?
Jagalah suasana hati, jangan
biarkan sikap buruk orang lain
menentukan cara kita bertindak!
Kitalah, yang sesungguhnya, sang
penentu !


I’m an ACTOR, not Reactor.
Jadi balaslah kejelekan dengan
kebaikan.
Allah Ta'ala berfirman,


ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺴْﺘَﻮِﻱ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔُ ﺍﺩْﻓَﻊْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ
ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻴْﻨَﻚَ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻋَﺪَﺍﻭَﺓٌ
ﻛَﺄَﻧَّﻪُ ﻭَﻟِﻲٌّ ﺣَﻤِﻴﻢٌ (34) ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻠَﻘَّﺎﻫَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﺻَﺒَﺮُﻭﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻠَﻘَّﺎﻫَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺫُﻭ ﺣَﻆٍّ ﻋَﻈِﻴﻢٍ 35) )
“Dan tidaklah sama kebaikan dan
kejahatan. Tolaklah (kejahatan
itu) dengan cara yang lebih baik,
maka tiba-tiba orang yang
antaramu dan antara dia ada
permusuhan seolah-olah telah
menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak
dianugerahkan melainkan kepada
orang-orang yang sabar dan tidak
dianugerahkan melainkan kepada
orang-orang yang mempunyai
keuntungan yang besar.” (QS.
Fushilat: 34-35)


Sahabat yg mulia, Ibnu 'Abbas -
radhiyallahu 'anhuma-
mengatakan, "Allah
memerintahkan pada orang
beriman untuk bersabar ketika
ada yang membuat marah,
membalas dengan kebaikan jika
ada yang buat jahil, dan
memaafkan ketika ada yang buat
jelek. Jika setiap hamba
melakukan semacam ini, Allah
akan melindunginya dari
gangguan setan dan akan
menundukkan musuh-musuhnya.
Malah yang semula bermusuhan
bisa menjadi teman dekatnya
karena tingkah laku baik
semacam ini."


Ibnu Katsir rahimahullah
mengatakan, "Namun yang
mampu melakukan seperti ini
adalah orang yang memiliki
kesabaran. Karena membalas
orang yg menyakiti kita dengan
kebaikan adalah suatu yang berat
bagi setiap jiwa."
oleh "KATA-KATA
HIKMAH"

www.EniRochayati.net

Kamis, 06 Oktober 2011

SEBUAH PILIHAN

Dear dairy...

Ini adalah tulisan sepenggal kisah saya tentang sebuah pilihan.. Dalam hidup kita terkadang dihadapkan pada sebuah pilihan,sebenarnya itu tidak rumit karena hanya ada 2 pilihan,yaitu baik dan buruk.pilihan yg buruk biasanya gampang terealisasi tanpa kita sadari karena kita tidak tau atau tidak mau tau akibat dari tindakan kita itu baik atau tidak.karena kita terlena dgn buaian nyaman dan tanpa sadar membiarkan hidup kita terbawa arus seperti daun kering yg hanyut di sungai.

Kini aku mulai menyadari bahwa untuk menjadikan hidup menjadi lebih baik adalah dgn perubahan, jadi aku memilih merubah cara pandangku tentang menjalani hidup,aku tidak ingin seperti daun yg hanyut di sungai,membiarkan dan pasrah akan kemana,tidak aku tidak ingin seperti itu,aku ingin hidupku menjadi lebih baik yaitu dgn bergunanya diriku untuk keluarga dan org2 yg ku kasihi,aku punya mimpi yg tinggi untuk membahagiakan mereka..dan untuk mewujudkan itu semua aku akan memulai dari skarang aku tidak mau menundanya lagi,mumpung aku masih di beri kesempatan oleh Alloh..

Aku memilih keluar dari zona nyaman (keluar dari zona nyaman adalah kalimat yg sering di ungkapkan para member oriflame with dbc-network) baru kini aku menyadari apa makna dari kalimat tersebut dan konsekuensinya..mulai sekarang aku telah memilih keluar dari zona nyaman yg kini ku jalani dan siap action meniti sebuah mimpi,aku akan berjuang disini bersama para leader2 yg sangat hebat,tentu pantas aku menyebut mereka "sangat hebat" karena mereka telah sukses dalam "bisnis dan keluarga"..itu poin penting,"sukses dalam bisnis dan keluarga" adalah dambaan setiap orang termasuk aku..

Buat sahabat2 semuanya yg ingin memulai sukses,marilah kita belajar di sini bersama saya dan para leader2 yg hebat dalam bidangnya,ini adalah salah satu jalan untuk meraih sukses dalam bisnis dan keluarga karena bisnis ini bisa dikerjakan dari rumah tanpa harus meninggalkan kewajiban kita sbagai istri dan seorang ibu bagi anak2,kita tetap bisa mendampingi mereka karena bisnis ini fleksibel bisa dijalankan secara online..
Mari gabung dan kontak saya di di sini

Salam semangat!!

Senin, 03 Oktober 2011

KALAU KAMU NAKSIR COWOK

Cewek naksir cowok? Wajar nggak sih? Trus, gimana pelampiasannya? Minta dipacarin? Eit…tunggu dulu. Jangan terburu nafsu, Non! Simak abis dulu yang satu ini, baru menentukan tindakan. Setuju?
Kalau cowok naksir cewek, trus ngajak pacaran, itu sih udah jamak bin umum banget. Soalnya kaum Adam emang dianggap berhak duluan menyatakan perasaannya. Cewek naksir cowok, sebetulnya juga udah relatif biasa. Apalagi di jaman pergaulan sekuler kayak sekarang. Tapi, kalau menyatakan perasaan duluan, sampai minta dipacarin, nah, itu masih jadi gontok-gontokan.Jatuh cinta, itu emang fitrah. Karena, berbarengan penciptaan manusia, kita diberi anugerah gharizah nau’ (naluri melestarikan jenis) yang salah satu manifestasinya adalah tertarik ama lawan jenis. Manifestasi lainnya berupa rasa sayang pada ortu, rasa keibuan, kebapakan, dll. So, kalau kamu naksir cowok, itu wajar. Malah aneh kalau kamu naksir sesama jenis.

Nah, ketika tumbuh benih-benih ‘daun waru’ di hatimu, kamu musti teliti. Apakah itu pertanda kamu udah siap menanggung konsekuensinya, yakni married atau belum. Sebab konsekuensi agar kamu bisa deketan ama cowok yang kamu cintai cuma satu, married. Nggak ada itu istilah pacaran. Kenapa? Karena pada faktanya, aktivitas dalam pacaran banyak yang melanggar aturan Islam.

Pertama, dalam pacaran pasti ada aktivitas pandang memandang aurat, atau memandang disertai syahwat antar dua insan. Ini jelas melanggar aturan Allah Swt agar gadhul bashar (lihat QS An-Nur: 30). Kalau pacarannya pake jilbab dan ikhwannya pake koko lengkap plus pecinya, sambil nunduk lagi, gimana? Ah, itu sih akal-akalan kamu aja!

Kedua, kalau kamu pacaran, berarti kamu bakal pergi berdua-duaan alias mojok. bin khalwat. Padahal itu kan melanggar syara’. Nabi bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat dengan wanita yang tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga diantara keduanya adalah setan” (HR Ahmad).

Ketiga, kamu pasti ada pembicaraan yang di luar masalah muamalah alias masalah intim. Misalnya ngerumpiin soal perasaan masing-masing, soal hobi, soal keluarga, dll. Padahal, interaksi laki-perempuan dibatasi syara’ hanya untuk masalah muamalah seperti masalah jual beli, pendidikan, pengurusan umat, dakwah, dll. Yah, kecuali kalau udah khitbah, boleh tuh ngomongin soal keluarga atau rencana pernikahan.

Keempat, kadang (atau sering?) pacaran itu disertai aktivitas lebih berani seperti pegang-pegangan, raba-rabaan (copet kali!), pijit-pijitan, ciuman atau yang lebih gawat sampai berzina. Istilahnya pacaran itu acapkali melibatkan KNPI (Kissing, Necking, Petting, Intercourse – terjemahannya cari sendiri ya!). Padahal Islam mewanti-wanti agar tidak mendekati zina, apalagi sampai berzina.

Begitulah, naksir cowok bukan berarti melegalkan kamu buat mencari terobosan agar bisa jalan bareng ama cowok itu. Jadi, kalau tuh cowok ternyata juga naksir ama kamu, jangan malah seneng. Syair lagu Saden ‘Oh senangnya, waktu kau tembak aku, langsung kujawab, iya… kau jadi pacarku’ itu salah. Harusnya… iya…kau jadi suamiku (ceile…), gitu!

Lantas, kalau kamu belum siap terikat dalam pernikahan, alihkan perasaanmu. Kendalikan gharizah nau’ kamu. Camkan dalam kamus hidup kamu untuk tidak pacaran sebelum menikah. Bila syahwatmu muncul, misalnya tiba-tiba kamu naksir sama someone special, alihkan pada kegiatan lain yang lebih bernilai ibadah, silaturahim ke temen, ikut kegiatan yang positif atau baca bacaan Islami (kayak majalah kesayanganmu ini he..he..). Kamu bisa juga membentengi diri dengan shaum.

Oh, ya. Biar kaum Adam nggak gampang kepincut kamu, kamu juga musti hati-hati bila punya pesona. Jangan diobral ke sana ke mari (Itu sih namanya murahan, Non!). So, kalau kamu punya wajah manis kayak Katie Holmes, body aduhai bak Pamela Anderson, senyum menawan layaknya Jeniffer Lopez atau otak secerdik Betty La Fea, bersyukurlah. Tapi, cara mensyukurinya bukan dengan menjadikannya sebagai magnet untuk menarik lawan jenis kamu. Jadi, jangan sengaja menampakkan kelebihanmu itu. Misalnya dengan dandan menor (badut kali!), pakai baju ketat (kayak bacang), pakai parfum yang baunya bikin para cowok klepek-klepek, dll. Ingat kata pepatah, cinta itu datangnya dari mata turun ke hati.

Kalau Cinta Jangan Marah

Trus, kalau naksir cowok itu wajar, meski pelampiasannya bukan dengan pacaran, lalu gimana hukumnya kalau cewek menyatakan perasaan duluan? Dalam konteks meminta untuk dinikahi -bukan buat dipacarin- maka Islam membolehkannya. Jadi nggak usah ngeper meminta dikhitbah, kalau emang udah siap married. Wong Ummul Mu’minin Khadijah aja, nggak jatuh harga diri kok meminta Kanjeng Nabi Muhammad untuk menjadi suaminya.

Tapi, ini bukan masalah emansipasi, lho. But, dalam Islam memang dibolehkan wanita meminta seseorang untuk menikahinya atau mencarikan suami untuknya. Caranya, bisa minta tolong ama ortu kamu, atau melalui perantara orang deketnya cowok or ikhwan idamanmu itu. Hanya saja, jatuhnya khitbah tetap ada pada pihak kaum Adam. Maksudnya, kalau ada cowok yang nggak mau ama kamu, meski udah cinta berat, ya nggak bisa dipaksakan teken kontrak nikah. Jadi nggak usah pake pelet atau dukun segala.

Nah, kalau kamu dilanda cinta, naksir berat ama cowok, jangan marah kalau nggak bisa mengekspresikannya dengan pacaran. Kalau siap married, siapa takut. Tapi kalau belum siap married, yah jomblo aja lagi! Gimana? Yang masih nggandeng pacar, siap mutusin, kan? Nggak apa-apa kok, jangan menangis dong, Non!

Jurus Hadapi Lawan Jenis

1.????? Jaga tingkah laku kamu, jangan suka menarik perhatian. Misalnya, jangan suka jalan sendirian, apalagi jalannya lenggak-lenggok kayak bus oleng di hadapan sekumpulan kaum adam. Jangan obral senyum manis ke kanan-kiri (ntar dikira orgil), jangan bicara dengan suara merdu mendayu bak penyanyi dangdut yang membuat cowok berpikiran ngeres (lihat QS Al-Ahzab: 33). Jangan pula suka godain cowok. (idih, emangnya apaan). Biasanya, cowok jadi suka ama cewek agre yang mampu menaikkan aliran desir darah mereka. Ujung-ujungnya, mereka terpesona, naksir kamu, ngajak pacaran, dan seterusnya.

2.????? Bila ada yang menyatakan jatuh cintrong ama kamu, apalagi yang berani terus terang mau macarin kamu, langsung aja katakan nggak rela…nggak rela…!? Tegaskan, malah kalau perlu sertakan pula dalil-dalilnya (kalau nggak hapal boleh awa? contekan, kok), bahwa kamu bukan penganut aliran pacaran, termasuk pacaran Islami (emang ada?), apalagi backstreet. Kalau kamu mau, tantang aja si dia buat mengkhitbah or menikahi kamu. Itu sih kalau kamu emang udah siap lahir batin buat married. Kalau nggak, tinggalin aja. (Kasihan deh loo…)

3.????? Jangan pernah menyalakan lampu hijau. Maksudnya, tak usahlah ngasih harapan pada cowok-cowok yang ada hati sama kamu. Itu hanya akan membuat mereka tambah semangat empat lima buat ndeketin kamu. Bisa-bisa, pertahanan yang kamu buat capek-capek ambrol karena godaan ‘syetan’ yang dahsyat.

4.????? Jangan mudah kepincut rayuan gombal atau pujian romantisme para cowok. Biarpun yang merayu itu nggak kalah cute dari Justin Timberlake, atau kata-katanya seromantis lagu-lagu Dewa, nggak usah tergiur. Nggak sedikit cowok tipe perayu yang hanya mau macarin kamu karena menginginkan kenikmatan sesaat dari tubuhmu. Jadi, jangan coba-coba beri kesempatan.

5.????? Jangan mudah kagum and simpati berlebihan ama cowok. Misalnya sama ketua kelasmu, bintang kelasmu -tentunya yang cowok–, atau jangan-jangan sama gurumu. Bahaya! Soalnya, dari kagum dan simpati itulah biasanya benih-benih asmara bisa muncul. So, jangan tiru gadis penakluk yang jatuh hati sama gurunya itu, ya!

6.????? Jangan tergoda teman-temanmu yang penganut aliran pacaran. Kalau kamu diledekin karena masih jomblo, sabar aja. Dakwahi aja teman-temanmu itu bahwa yang namanya pacaran itu kagak bener.? Kalau perlu, sampai mereka putus pacaran. Jadi, mereka yang harus ikut ‘aliran’ kamu, bukan kamu yang terbawa arus pergaulan bebas mereka. Oke?



RAHASIA IBLIS

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”

Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya.”

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu.”



Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku.



Pertanyaan Nabi (1):

“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”

Jawab Iblis:

“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”

Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.

Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”



Pertanyaan Nabi (2):

“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”

Jawab Iblis:

“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.

Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”



Pertanyaan Nabi (3):

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”

Jawab Iblis:

“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.

Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”



Pertanyaan Nabi (4):

“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis:

“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”



Pertanyaan Nabi (5):

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:



“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.

Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”



Pertanyaan Nabi (6):

“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”



Pertanyaan Nabi (7):

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:

“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”



Pertanyaan Nabi (8):

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:

“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa.”



Pertanyaan Nabi (9):

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis:

“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”

Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”

Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”



Pertanyaan Nabi (10):

“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.

Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”



Pertanyaan Nabi (11):

“Siapa yang serupa dengan engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”



Pertanyaan Nabi (12):

“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”



Pertanyaan Nabi (13):

“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:

“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”



Pertanyaan Nabi (14):

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”



Pertanyaan Nabi (15):

“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”

Jawab Iblis:

“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”



Pertanyaan Nabi (16):

“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”

Jawab Iblis:

Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”



Pertanyaan Nabi (17):

“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”



Pertanyaan Nabi (18):

“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”



Pertanyaan Nabi (19):

“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”



Pertanyaan Nabi (20):

“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:

“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda,’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”

***

Dari Sahabat

http://diditzoke.blogspot.com/2011/02/dialog-iblis-vs-rasulullah-saw-rahasia.html

Minggu, 02 Oktober 2011

CINTA DALAM ISLAM


Kata pujangga cinta letaknya di
hati. Meskipun tersembunyi,
namun getarannya dahsyat
sekali. Ia mampu mempengaruhi
pikiran sekaligus mengendalikan
tindakan.
Sungguh, Cinta dapat mengubah
pahit menjadi manis, debu
beralih emas, keruh menjadi
bening, sakit menjadi sembuh,
penjara menjadi telaga, derita
menjadi nikmat, dan kemarahan
menjadi rahmat. Cintalah yang
mampu melunakkan besi,
menghancurkan batu karang,
membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya
serta membuat budak menjadi
pemimpin. Inilah dasyatnya cinta
(Jalaluddin Rumi). Namun hati-
hati juga dengan cinta, karena
cinta juga dapat membuat orang
sehat menjadi sakit, orang gemuk
menjadi kurus, orang normal
menjadi gila, orang kaya menjadi
miskin, raja menjadi budak, jika
cintanya itu disambut oleh para
pecinta palsu. Cinta yang tidak
dilandasi kepada Allah Itulah para pecinta dunia, harta
dan wanita. Dia lupa akan cinta
Allah, cinta yang begitu agung,
cinta yang murni. Cinta Allah
cinta yang tak bertepi. Jikalau
sudah mendapatkan cinta-Nya,
dan manisnya bercinta dengan
Allah, tak ada lagi keluhan, tak
ada lagi tubuh lesu, tak ada
tatapan kuyu. Yang ada adalah
tatapan optimis menghadapi
segala cobaan, dan rintangan
dalam hidup ini. Tubuh yang kuat
dalam beribadah dan melangkah
menggapai cita-cita tertinggi yakni
syahid di jalan-Nya.
Tak jarang orang mengaku
mencintai Allah, dan sering orang
mengatakan mencitai Rasulullah,
tapi bagaimana mungkin semua
itu diterima Allah tanpa ada bukti
yang diberikan, sebagaimana
seorang arjuna yang
mengembara, menyebarangi
lautan yang luas, dan mendaki
puncak gunung yang tinggi demi
mendapatkan cinta seorang
wanita. Bagaimana mungkin
menggapai cinta Allah, tapi
dalam pikirannya selalu
dibayang-bayangi oleh wanita/
pria yang dicintai. Tak mungkin
dalam satu hati dipenuhi oleh
dua cinta. Salah satunya pasti
menolak, kecuali cinta yang
dilandasi oleh cinta pada-Nya.
Di saat Allah menguji cintanya,
dengan memisahkanya dari apa
yang membuat dia lalai dalam
mengingat Allah, sering orang tak
bisa menerimanya. Di saat Allah
memisahkan seorang gadis dari
calon suaminya, tak jarang gadis
itu langsung lemah dan terbaring
sakit. Di saat seorang suami yang
istrinya dipanggil menghadap
Ilahi, sang suami pun tak punya
gairah dalam hidup. Di saat harta
yang dimiliki hangus terbakar,
banyak orang yang hijrah
kerumah sakit jiwa, semua ini
adalah bentuk ujian dari Allah,
karena Allah ingin melihat
seberapa dalam cinta hamba-Nya
pada-Nya. Allah menginginkan
bukti, namun sering orang pun
tak berdaya membuktikannya,
justru sering berguguran cintanya
pada Allah, disaat Allah menarik
secuil nikmat yang dicurahkan-
Nya.
Bagaimana mungkin do’a
seorang hamba yang
mendambakan rumah tangga
sakinah, sedang dirinya masih
diliputi oleh keegoisan sebagai
pemimpin rumah
tangga..Bagaimana mungkin
seorang ibu mendambakan anak-
anak yang sholeh, sementara
dirinya disibukkan bekerja di luar
rumah sehingga pendidikan anak
terabaikan, dan kasih sayang tak
dicurahkan.
Bagaimana mungkin keinginan
akan bangsa yang bermartabat
dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi
contoh teladan. Banyak orang
mengaku cinta pada Allah dan
Allah hendak menguji cintanya
itu. Namun sering orang gagal
membuktikan cintanya pada sang
Khaliq, karena disebabkan secuil
musibah yang ditimpakan
padanya. Yakinlah wahai
saudaraku kesenangan dan
kesusahan adalah bentuk kasih
sayang dan cinta Allah kepada
hambanya yang beriman…
Dengan kesusahan, Allah hendak
memberikan tarbiyah terhadap
ruhiyah kita, agar kita sadar
bahwa kita sebagai makhluk
adalah bersifat lemah, kita tidak
bisa berbuat apa-apa kecuali atas
izin-Nya.
Saat ini tinggal bagi kita
membuktikan, dan berjuang
keras untuk memperlihatkan
cinta kita pada Allah, agar kita
terhindar dari cinta palsu.
Dan Allah tidak akan menyia-
nyiakan hambanya yang betul-
betul berkorban untuk Allah
Untuk membuktikan cinta kita
pada Allah, ada beberapa hal
yang perlu kita persiapkan yaitu:
1) Iman yang kuat
2) Ikhlas dalam beramal
3) Mempersiapkan kebaikan
Internal dan eksternal.
Kebaikan internal yaitu berupaya
keras untuk melaksanakan
ibadah wajib dan sunah. Seperti
qiyamulail, shaum sunnah,
bacaan Al-qur’an dan haus akan
ilmu. Sedangkan kebaikan
eksternal adalah buah dari
ibadah yang kita lakukan pada
Allah,dengan keistiqamahan
mengaplikasikannya dalam setiap
langkah, dan tarikan nafas
disepanjang hidup ini. Dengan
demikian InsyaAllah kita akan
menggapai cinta dan keridhaan-
Nya. Amien..
"Jika mencintai dunia niscaya kita
akan binasa, Jika mencintai Allah
niscaya dunia akan melayani
kita" (Aa Gym)
[3:14] Dijadikan indah pada
(pandangan) manusia kecintaan
kepada apa-apa yang diingini,
yaitu: wanita-wanita, anak-anak,
harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternakl86 dan
sawah ladang. Itulah kesenangan
hidup di dunia, dan di sisi Allah-
lah tempat kembali yang baik
(surga).
Sumber: http://
www.facebook.com/group.php?
gid=99887188733

Sabtu, 01 Oktober 2011

BERBEDA PENDAPAT DARI KEBANYAKAN ORANG


Ini adalah uneg2ku hari ini
Sebenarnya kalaupun sehari ini aja ngga sekolah mungkin ngga apa2 karena hujan begini,..tapi aku berfikir tiada hari tanpa sekolah kecuali memang libur,aku ingin anak2ku berpikir bahwa hujan atau ataupun tidak menjadi penghambat semangat mereka dalam menjalankan kewajiban,dan alhamdulillah sepertinya aku berhasil menanamkan itu dalam hati anak2ku,mereka ngga keberatan pergi kesekolah walau hujan,...
Kalo di pikir ada rasa kasian ngga sama anak?..ya tentu,secara gitu hujan,dingin begini,tapi rasa kasian itu ku tahan karena niat pertamaku adalah menanamkan rasa tanggung jawab pada anak2,
Atau mungkin ada org yg mengkritik "ih si ibu ini tega betul sama anaknya masa hujan2 begini tetap di antar sekolah"...di bilang ngga kasianlah,tega lah,atau apalah..biarin! Pendapat org memang berbeda2 tentang itu..
Sama hal nya dgn membelikan jajan atau memberi uang jajan,kebanyakan ibu2 pasti menuruti apa yg diminta anaknya,bahkan ada yg bilang "selagi aku mampu apapun keinginan anak ya ku berikan"..ada juga yg bilang "kita bekerja keras begini untuk siapa lagi kalo bukan untuk membahagiakn anak" karena mereka brpendapat spt itu akhirnya mereka menuruti smua keinginan anak,bahkan ada seorang ibu yg brkata pada anaknya "adek mau apa,tunjuk aja nanti mama belikan"...apakah dgn begitu mereka merasa hebat menuruti keinginan anak,..apakah mereka merasa kaya karena bisa membelikan sesuatu pada anak,..atau apakah mereka dgn bersikap spt itu mereka lega karena telah membahagiakan anak...
Tanpa mereka berpikir dampak negatif dari kebiasaan jajan,
Apakah mereka ngga sadar kalo jajan/snack2 ringan itu tidak baik untuk kesehatan belum lagi dampak buruk lainnya yaitu anak2 jadi punya kebiasaan jajan/boros,..kalo menurut saya lebih baik biasakan anak2 untuk sarapan di rumah atau bawakan anak2 bekal makanan yg kita buat dari rumah,selain manfa'at sarapan untuk menjaga kesehatan,membawa bekal sendiri dari rumah merupakan cara penghematan yg efektif daripada memberi uang jajan pada anak...
So, walau pendapat kita berbeda dari kebanyakan orang,..siapa takut!!! ;-)

Sop Tulang

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ini adalah resep Sop Tulang yang enak banget, rasanya segerr dan jadi menu favorite dirumah....