Selasa, 27 Juli 2021

TAJWID (Mad Lin)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Hukum tajwid selanjutnya yang akan kita pelajari yaitu Mad Lin

Mad Lin ialah Fathah diikuti Ya' sukun atau wawu sukun, bertemu huruf hidup dibaca waqaf. 
Panjangnya boleh 2 / 4 / 6 harakat. 

Contohnya: 

مِنْ خَوْفٍ -->  مِنْ خَوْفْ

هٰذَالْبَيْتِ  -->  هٰذَالْبَيْتْ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fii kunna

Senin, 26 Juli 2021

TAJWID (Mad Tamkin)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Hukum tajwid berikutnya yang akan kita bahas yaitu Mad Tamkin 

Mad Tamkin
Mad Tamkin terjadi pada huruf ya kasrah bertasydid ( يِّ) bertemu dengan ya sukun ( يْ). Dibaca panjang 2 harakat. 

Contoh: 

وَالنَّبِيِّيْنَ

حُيِّيْتُمْ

Jangan lupa membacanya di Nabr kan / ditekan ya bertasydidnya (يّ)
ditahan 2 harakat. 

Ada sebagian ulama yang mendefinisikan Mad Tamkin itu dengan bertemu wawu sukun dengan wawu berharakat. 
Atau ya sukun dengan ya berharakat. 

Demikian semoga bermanfaat
Barakallahu fii kunna 

Kamis, 22 Juli 2021

TAJWID (Mad Badal)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Pada kesempatan kali ini Saya akan membahas Hukum Mad berikutnya yaitu Mad Badal
Mad Badal adalah setiap huruf hamzah yang dipanjangkan 2 harakat. Sebagai pengganti hamzah yang dihilangkan. 
Contoh: 
إِيْمَانًا
اٰمَنُوْا
اِيْتُوْنِيْ
اُوْتِيَ

Note: Perbedaan dengan Mad Tobi'i dengan Mad Badal adalah, Mad Tobi'i didahului oleh semua huruf hijaiyah kecuali hamzah. 
Sedangkan Mad Badal, adalah Mad yang didahului oleh hamzah saja. 
Adapun syarat lainnya sama. 

Demikian semoga bermanfaatnya
Barakallahu fiikunna

Jumat, 09 Juli 2021

Mad Shilah (Qoshiroh dan Thowilah)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hukum tajwid yang akan kita bahas kali ini yaitu Mad Shilah

Mad Shilah adalah Mad pada Ha dhomir (Ha Besar ه) yang terletak diantara huruf hidup. 

Mad Shilah ada 2 yaitu: Mad Shilah Qoshiroh dan Mad Shilah Thowilah 

Mad Shilah Qoshiroh ialah Mad Shilah bertemu huruf selain hamzah. Panjangnya 2 harakat. 

Contohnya: 
وَامْرَاَتُهٗ ، حَمَّالَةَالْحَطَبِ

اِنَّهٗ كَانَ

وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ

Untuk lebih mudahnya biasanya di Al Qur'an cetakan Madinah ada tanda wawu kecil. Dan di Al Qur'an cetakan Indonesia diatas huruf Ha ه ada harakat 6 kecil atau wawu terbalik, sebagai tanda Mad Shilah Qoshiroh. 

Sedangkan Mad Shilah Thowilah ialah Mad Shilah ( Mad pada Ha dhomir / Ha Besar) bertemu huruf Hamzah (bentuknya alif ا ) dalam kalimat yang terpisah. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat ketika washal/bersambung.
Dan berubah mati atau sukun ketika waqof. 

Contoh: 
مَالَهٗ آَخْلَدَهٗ --> مَالَهٗ
ظَهْرِهٖ اِنَّ --> ظَهْرِهٖ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna

Rabu, 07 Juli 2021

(TAJWID) Mad 'Iwadl

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hukum tajwid yang akan kita bahas kali ini yaitu Mad 'Iwadl
Mad 'Iwadh
Mad Iwadh ialah Harakat Fathah tanwin yang dibaca waqof selain Ta' Marbuthah. Panjangnya 2 harakat. 

Jadi Mad Iwadh terjadi ketika berwaqof pada huruf yang berakhiran Fathah tanwin. 

Contoh: 
خَبِيْرًا --> خَبِيْرَا
مُبِيْنًا --> مُبِيْنَا
شَهِيْدًا --> شَهِيْدَا

Selasa, 06 Juli 2021

(TAJWID) Mad Aridh Lissukun

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hukum tajwid yang akan kita bahas kali ini yaitu Mad Aridh Lissukun

3. Mad Aridh Lissukun


Mad Aridh Lissukun ialah Mad bertemu huruf hidup yang dibaca waqof. Biasa terjadi pada akhir kalimat. Panjangnya boleh dibaca 2 / 4 / 6 harakat. 

Usahakan konsisten, misal dari awal 4 harakat, maka konsistenkan sampai selesai tilawah baca Mad Aridh Lissukun 4 harakat. 

Contoh:
وَلِيَ دِيْنِ --> وَلِيَ دِيْنْ

تَعْبُدُوْنَ --> تَعْبُدُوْنْ

اَبَابِيْلَ --> اَبَابِيْلْ

Demikian, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna

Senin, 05 Juli 2021

(TAJWID) Mad Jaiz Munfashil


2. Mad Jaiz Munfashil

Mad Jaiz Munfashil ialah Mad bertemu huruf hamzah (bentuknya alif  ا ) dalam dua kalimat yang terpisah. 
Dibaca panjang 4 / 5 harakat ketika washal/bersambung. Dan dibaca panjang 2 harakat ketika waqaf/berhenti. (Dikembalikan ke hukum asalnya yaitu Mad Ashli) 

Contohnya: 

 بِمَآاُنْزِلَ
اِنَّآاَعْطَيْنَاكَ

Demikian, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna. 

(TAJWID) Mad Wajib Muttashil


1. Mad Wajib Muttashil

Mad Wajib Muttashil ialah Mad bertemu huruf hamzah (bentuknya ء ) dalam satu kalimat. Panjangnya 4 atau 5 harakat ketika washal/bersambung. Dan dibaca panjang 4 / 5 / 6 harakat ketika waqaf / berhenti. 

Contohnya: 
سَوَآءٌعَلَيْهِمْ 
اِذَاجَآءَكَ

Demikian, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna. 

Motivasi Menghafal Al Qur'an (IKHLAS)


Menghafal Al-Qur'an adalah bagian dari ibadah, sedangkan ibadah membutuhkan hadirnya keikhlasan. 
Karena itu, para penghafal Al Qur'an mestilah meniatkan hafalannya karena Allah semata. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ ... 

"Dan mereka tidaklah diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas, (demi) menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama yang lurus (benar)..."
(QS. Al-Bayyinah: Ayat 5)

Sifat ikhlas inilah yang bahkan ditekankan Al Qur'an saat ia pertama diturunkan.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ
"Bacalah atas nama Rabbmu yang telah (begitu mudah) mencipta." 
(QS. Al-'Alaq: Ayat 1)

Demikian isyarat ikhlas terpancar dalam awal firman Rabbani. Perintah membaca yang ditujukan kepada Rasulullah hanya dilakukan atas nama Allah, tidak untuk yang lain. Bila Nabi saja diperintah untuk ikhlas maka bagaimanakah dengan kita yang bukan Nabi? 

Karena itu, para penghafal Al Qur'an mesti menepikan pelbagai orientasi yang dapat mengikis kadar keikhlasannya, termasuk tujuan menjadi hafidz atau hafidzah. Ikhlas inilah yang kelak menghadirkan pertolongan Allah dalam memudahkan proses menghafal. Bila mencipta manusia saja begitu mudah maka tidaklah sulit bagi Allah menanamkan hafalan Al Qur'an dalam jiwa insan beriman.

Sabtu, 03 Juli 2021

Kisah Nabi Muhammad dan Pengemis Tunanetra

Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam tak diragukan lagi. Ada sebuah kisah saat Rasulullah menyuapi seorang pengemis buta, namun justru dibalas cacian. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu tak marah dan tidak bosan menyuapi sang pengemis.


Syahdan. Pada 627 Masehi, setiap pagi ada seorang pengemis tua duduk di salah satu sudut pasar Kota Madinah. Badannya yang ringkih terbungkus kain lusuh nan usang. Sesekali kepalanya bergerak-gerak, berusaha mencari suara langkah kaki yang biasa datang dan menyuapinya makanan setiap pagi.

Ya, pengemis itu tunanetra. Dia tak bisa melihat. Untuk mengenali orang yang datang, dia biasa menghafal dari langkah kaki mereka. Kebetulan tak ada penduduk Madinah yang mau mendekatinya, kecuali satu orang, yaitu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam. Tak hanya datang, sang penghulu nabi dan rasul itu juga menyuapkan makanan kepada si pengemis. Namun sang pengemis yang saat itu belum masuk Islam tak tahu bahwa orang yang biasa datang dan menyuapinya makanan adalah Nabi Muhammad.

Pagi itu seperti biasa, sang pengemis gembira begitu mendengar suara langkah kaki yang dia kenal mendekat. "Dia datang, dia datang," kata si pengemis itu.

Orang yang datang itu tak lain adalah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam. Seperti biasa, Rasulullah kemudian menyuapkan makanan kepada si pengemis. Menjadi kebiasaan Rasulullah akan menghaluskan makanan terlebih dahulu sebelum disuapkan, sehingga si pengemis tak kesulitan mengunyah.

Namun rupanya si pengemis yang saat itu belum masuk Islam begitu membenci Nabi Muhammad. Hampir kepada semua orang yang dia temui selalu diajak membenci Muhammad.

Kata-kata itu juga dia ucapkan kepada Nabi Muhammad, satu-satunya orang yang mau menyuapinya makanan. "Janganlah sekali-kali engkau mendekati Muhammad. Sebab, dia itu orang gila, pembohong, dan tukang sihir! Engkau akan dia pengaruhi kalau mendekat," kata si pengemis kepada Muhammad.

Rasulullah, yang sejak kecil memiliki akhlak mulia, tak marah, apalagi dendam kepada si pengemis. Setiap pagi Nabi Muhammad selalu datang dan menyuapi pengemis tersebut. Dia baru akan pergi setelah memastikan pengemis tersebut kenyang. Padahal setiap kali didatangi Muhammad, si pengemis selalu mencaci Rasulullah.

Hingga suatu hari sang pengemis merasa heran karena yang menyuapinya makanan orang lain. Suara langkah kaki, cara menyuapkan makanan, serta nada bicaranya berbeda dengan yang biasanya.

Ya, saat itu bukan lagi Nabi Muhammad SAW yang menyuapkan makanan kepada si pengemis. Rasulullah telah wafat. Abu Bakar As-Siddiq, yang kemudian menjadi khalifah, mendatangi si pengemis dan menyuapinya makanan.

Namun baru pada suapan pertama, si pengemis justru marah kepada Abu Bakar. "Siapa kamu. Kamu bukan orang yang bisa menyuapi aku," kata si pengemis.

"Aku orang yang biasa menyuapimu," jawab Abu Bakar.

"Bukan! Kamu bukan orang yang biasa menyuapiku," kata si pengemis dengan suara keras.

"Jika benar kamu yang biasa menyuapiku, tidak akan susah aku mengunyah makanan ini. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu. Barulah kemudian dia menyuapiku dengan makanan itu," kata si pengemis dengan nada kesal.

Sang Amirul Mukminin tak kuasa menahan tangis, teringat Rasulullah yang belum lama mangkat. "Aku memang bukan orang yang biasa datang dan menyuapimu. Aku Abu Bakar, sahabat beliau. Orang mulia yang biasa datang dan menyuapimu itu telah tiada. Dia adalah Nabi Muhammad SAW," kata Abu Bakar sambil terisak.

Betapa terkejutnya si pengemis begitu tahu bahwa pria baik hati yang biasa datang dan menyuapinya adalah Nabi Muhammad SAW, orang yang selama ini dia benci. Dia pun menangis, menyesal selalu mencaci, menghina, dan memfitnah Rasulullah.

Rasulullah tak pernah sekali pun marah kepada si pengemis. Padahal setiap kali Nabi datang menyuapi, bukan mendapat ucapan terima kasih, melainkan hinaan yang diterima. Sejak itu, di hadapan Abu Bakar, si pengemis yang belum masuk Islam itu lalu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Si pengemis tunanetra masuk Islam karena kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Kisah disarikan dari buku Sirrah Nabawiyah, karya Abdul Hasan 'Ali al Hasani an-Nadwi, Novel Biografi Muhammad SAW oleh Tasaro GK

Jumat, 11 Juni 2021

Ikan Bandeng kuah Asam

Bismillah.. 

Salah satu resep praktis olahan ikan yang rasanya asem-asem seger 😍

Yuk cobain untuk menu makan siang keluarga hari ini... 

Ikan Bandeng kuah Asam

Bahan dan bumbu:
Ikan bandeng
Bawang merah putih
Bawang Bombay
Cabe
Kunyit
Tomat
Sereh
Asam (optional boleh asam mangga, asam Jawa, belimbing wuluh) 

How to:
Tumis bumbu sampe harum, tambahkan air, masukkan ikan. 
Bumbui dengan garam dan kaldu jamur/kaldu ayam bubuk. 
Masak sampai matang. 
Sajikan 

Selamat mencoba
Semoga bermanfaat

Kamis, 10 Juni 2021

Hukum Mad

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh 

Hukum tajwid selanjutnya yang akan kita bahas yaitu hukum Mad

Mad secara bahasa adalah: Memanjangkan
Menurut istilah Tajwid yaitu memanjangkan suara ketika mengucapkan huruf-huruf Mad.

Huruf Mad ada 3: 
Alif, Ya, Wawu ( ا ي و  ) 

Hukum Mad dibagi 2 yaitu:
1. Mad Ashli atau Mad Thobi'i
2. Mad Far'i 


Kita bahas Mad Ashli terlebih dahulu yaa


1. Mad Ashli ialah 

Fathah diikuti Alif ( ـــَا  ) 
Kasroh diikuti Ya Sukun ( ـــِيْ) 
Dhommah diikuti  Wawu Sukun ( ـــُوْ  ) 
Dan panjangnya 2 harakat atau 1 Alif 

Contoh: 

قَا لُوْا 
 نُوْحِيْهَا

Sedangkan Mad Far'i ada 13, yaitu:

1. Mad Wajib Muttashil
2. Mad Jaiz Munfashil
3. Mad 'Aridh Lissukun
4. Mad 'Iwadh
5. Mad Shilah
6. Mad Badal
7. Mad Tamkin
8. Mad Lin
9. Mad Lazim Mutsaqqol Kalimi
10. Mad Lazim Mukhoffaf Kalimi
11. Mad Lazim Mutsaqqol Harfi 
12. Mad Lazim Mukhoffaf Harfi
13. Mad Farq

Untuk Mad Far'i insyaAllah akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. 

Demikian, semoga bermanfaat
Barakallahu fiik 

Rabu, 02 Juni 2021

TAJWID (Hukum Mim dan Nun Bertasydid)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hukum Tajwid yang akan kita bahas yaitu hukum Mim dan Nun Bertasydid

Setiap huruf Mim dan Nun yang bertasydid ( مّ نّ) dibaca ghunnah atau dengung.

Ghunnah ialah setiap huruf Mim ( مّ) dan Nun (نّ) yang bertasydid. 


Contohnya: 

مّ = عَمَّ، ثُمَّ ، مِمَّا

نّ = اَ نَّ ، اِنَّا ، اِ نَّمَا


Demikian, semoga bermanfaat

Barakallahu fiik

Sabtu, 29 Mei 2021

TAJWID (Idghom Mitslain)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang hukum tajwid Mim Sukun مْ
Hukum Tajwid Mim Sukun ada 3 yaitu
1. Idzhar Syafawi
2. Ikhfa Syafawi
3. Idghom Mitslain / Idghom Mimi 

Kemaren kita sudah bahas Idzhar Syafawi dan Ikhfa Syafawi, sekarang kita akan masuk ke Idghom Mitslain
Idghom Mitslain terjadi apabila Mim Sukun bertemu huruf Mim (مْ - م) 
Cara bacanya harus disertai ghunnah atau dengung

Contoh:

عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةُ
وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiik

Jumat, 28 Mei 2021

TAJWID (Ikhfa Syafawi)

Bismillaahirrahmaanirrahiim 

Hukum tajwid yang akan kita bahas selanjutnya yaitu Ikhfa Syafawi

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya hukum Mim Sukun (مْ) ada 3 yaitu: 

1. Idzhar Syafawi
2. Ikhfa Syafawi
3. Idghom Mitslain / Idghom Mimi


Kemaren kita sudah bahas Idzhar Syafawi. Sekarang kita bahas Ikhfa Syafawi. 


Ikhfa Syafawi terjadi apabila Mim Sukun (مْ) bertemu huruf Ba (ب) cara pengucapnnya Mim tanpa samar disertai Ghunnah atau dengung. 


Contoh: 
تَرْ مِيْهِمْ بِحِجَا رَةٍ
اِ عْتَصِمْ بِا للّٰهِ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiik

Kamis, 27 Mei 2021

TAJWID (Idzhar Syafawi)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillaahirrahmaanirrahiim, kita mulai belajar Hukum Tajwid selanjutnya yaitu Hukum Mim Sukun مْ

Hukum Mim Sukun (مْ) ada 3 yaitu:

1. Idzhar Syafawi
2. Ikhfa Syafawi
3. Idghom Mitslain / Idghom Mimi

Idzhar seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya arti Idzhar yaitu Jelas

Idzhar Syafawi adalah apabila Mim Sukun (مْ) bertemu dengan huruf selain Mim dan Ba  ( م ب ) 
Maka dibaca jelas. 

Contoh: 
اَ لَمْ تَرَ
عَلَيْهِمْ حَافِظُوْنَ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiik

TAJWID (Ikhfa Haqiqi)

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Hukum Tajwid berikutnya yang akan kita pelajari yaitu Ikhfa Haqiqi

Ikhfa Haqiqi

Ikhfa secara bahasa artinya samar atau menyamarkan atau menutupi
Secara hukum tajwid maksudnya ialah:
Apabila Nun Sukun (نْ)  
atau tanwin (ـً ـٍ ـٌ) 
Bertemu dengan huruf-huruf Ikhfa 
Maka dibaca samar-samar dan bersiap melafalkan huruf berikutnya
Panjangnya 2 harakat. 

Huruf-huruf Ikhfa ada 15 yaitu:
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك

Contoh:
مَنْ دَسّٰهَا
مِنْ سِجِّيْلٍ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiik

TAJWID (Iqlab)

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Hukum Tajwid Iqlab

Iqlab Secara bahasa artinya merubah atau mengganti
Secara Hukum tajwid yaitu:
Apabila Nun Sukun (نْ)  
atau tanwin (ـً ـٍ ـٌ) 
bertemu dengan huruf Ba (ب) 
Maka berubah menjadi Mim (م) 
Dan ditahan 2 harakat. 

Contoh:
مِنْ بَعْدِهٖ
سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ

Semoga Bermanfaat 
Barakallahu fiik 

Rabu, 26 Mei 2021

TAJWID (Idghom Bilaghunnah)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hukum Tajwid berikutnya yang akan kita bahas yaitu Idghom Bilaghunnah

Idghom ada 2 yaitu Idghom Bighunnah dan Idghom Bilaghunnah

Idghom Bighunnah secara bahasa artinya berdengung.

Sedangkan Idghom Bilaghunnah artinya tidak dengung

Idghom Bilaghunnah yaitu:

Apabila Nun sukun (نْ) 

atau tanwin (ـً ـٍ ـٌ)

bertemu dengan huruf Lam dan Ro 

(ل ر) maka cara bacanya dengan meleburkan ke huruf berikutnya tanpa dengung. 

Contoh:

مِنْ رَّبِّهِمْ

مِنْ لَّدُنْهُ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiik 

Senin, 24 Mei 2021

TAJWID (Idghom Bighunnah)

Bismillahirrahmanirrahim

Hukum Tajwid selanjutnya yang akan kita pelajari adalah Idghom

Idghom ada 2 yaitu Idghom Bighunnah dan Idghom Bilaghunnah

Idghom Bighunnah secara bahasa artinya berdengung.

Secara hukum tajwid yaitu

apabila Nun sukun (نْ) 

atau tanwin (ـً ـٍ ـٌ)

bertemu dengan huruf Idghom yaitu: ن م و ي

Cara membacanya dengan didengungkan

Contoh:

مَنْ يَّقُوْلُ

مِنْ نِّعْمَةٍ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiik 

TAJWID (Idzhar Wajib / Mutlak)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada kesempatan ini kita akan belajar tajwid idzhar wajib / mutlak

1. Idzhar Wajib / Mutlak

Yaitu terjadi apabila Nun sukun (نْ)

bertemu dengan huruf ya (ي ) atau wawu (و) dalam satu kata.

Idzhar wajib dalam Al Qur'an hanya ada 4 yaitu:

1. اَ لدُّ نْيَا = Addunya

2. بُنْيَانٌ = Bunyaanun

3. قِنْوَانٌ = Qinwaanun

4. صِنْوَانٌ = Shinwaanun


Demikian semoga bermanfaat

Barakallahu fiik 

TAJWID (Idzhar Halqi)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat sholihah, mengingat pentingnya membaca Al Qur'an dengan baik dan benar maka InsyaAllah kita akan belajar tentang Hukum tajwid. 

Seminggu sekali 1 materi saja, InsyaAllah mudah ya..

Hukum membaca Al Qur'an dengan memakai aturan-aturan 
tajwid adalah fardu ‘ain.

 Dasar Hukum:
Al-Qur'an surat Muzammil 4: 

.. وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا
"..dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil /perlahan-lahan ."

Ibnul Jazari (pakar ulama tajwid dan qiroah) Mengatakan:
“Membaca Al Qur'an dengan tajwid hukumnya wajib, Siapa saja yang membaca Al Qur'an tanpa memakai tajwid hukumnya dosa, Karena sesungguhnya Allah menurunkan Al Qur'an berikut tajwidnya. Demikianlah yang sampai pada kita dari-Nya.”

Adapun hukum mempelajari Ilmu Tajwid sebagai disiplin ilmu adalah fardu kifayah.

TAJWID


Hukum nun sukun (نْ) dan tanwin (ـً ـٍ ـٌ) 

Hukum Nun sukun dan tanwin ada 4:
1. Idzhar Halqi dan Idzhar mutlak
2. Idghom Bighunnah dan Idghom Bilaghunnah
3. Iqlab
4. Ikhfa Hakiki

1. Idzhar Halqi

Idzhar secara bahasa artinya jelas. Secara hukum tajwid yaitu apabila nun sukun (نْ) atau tanwin (ـً ـٍ ـٌ) bertemu dengan huruf idzhar, maka dibaca jelas.

Huruf Idzhar ada 6 yaitu: اح خ ع غ ه

Contoh:

مَنْ اٰ مَنَ

اَ نْعَمْتَ

Semoga Bermanfaat
Barakallahu fiik 

Kamis, 25 Maret 2021

Balado Ikan

(New Balado Ikan Tongkol 😍) 



Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh 

Saya mau share resep enak dan praktis, bumbunya simple tapi bisa ngabisin nasi 2 piring, hehe 
Selain ikan 🐠🐟 , terong 🍆 pun bisa banget dimasak balado seperti ini lho.. Untuk terong caranya sama digoreng dulu ya, lalu masukkan dalam bumbu balado yang sudah matang. 
Cobain yuk.. Berikut resepnya 😍

Ikan Balado 
Created by: Eni Rochayati 

Bahan:
Ikan
Boleh ikan gembung atau ikan layang
Sesuai stok yang ada
Bumbui dan goreng seperti biasa, sisihkan. 

Bumbu
Bawang merah
Bawang putih
Merica
Jahe
Cabe keriting
Cabe rawit (boleh di skip jika tidak suka terlalu pedas) 
Tomat
Daun jeruk
Gula
Garam
Kaldu bubuk

How to:
Haluskan semua bumbu, kecuali daun jeruk. 
Tumis sampe harum, masukkan daun jeruk, tambahkan gula, garam dan kaldu bubuk.
Tambahkan sedikit air agar bumbu merata. 
Masak terus sampe mateng dan tanak. 
Masukkan ikan yang sudah digoreng, aduk sebentar. Sajikan

Selamat mencoba
Semoga bermanfaat 🙏☺

Kamis, 25 Februari 2021

Jemblem

Makanan tradisional yang terbuat dari singkong ini punya penggemar tersendiri... Termasuk saya yang sukaa aneka makanan jadul,hehe...



Bahannya mudah dan cara buatnya juga praktis banget
Yuk cobain, berikut resepnya 😊

Jemblem 
Created by: Eni Rochayati

Bahan
Untuk takaran kira-kira saja ya..insyaAllah anti gagal karena ini kue tradisional jadi gak mesti pake takaran baku, pake takaran perasaan pun okelah,hehe

Singkong diparut 
Kelapa diparut 
Gula pasir 
Garam 

Gula merah potong kotak 

How to: 
Campur semua bahan, bulatkan, lalu isi dengan gula merah... goreng sampe kecoklatan. 
Mateng angkat, maem deh..praktis banget kan 🤩

NB: sebagai tambahan supaya takaran perkiraan yang pake perasaan tadi gak jauh meleset. 
Kira-kira komposisi singkong + kelapa bolehlah 1:1. 
Kalo banyak kelapanya kan enak gurih,hehe... 
Lalu gulanya selera masing-masing aja, gak usah terlalu manis karena nanti kan pake gula merah ditengahnya yang ketika digigit meleleh aduhai bayangin aja udah enaak beud 😍 
Terus kalo garemnya sikit aja ya buat sari sari aja supaya gak hambar. 

Oke deh silahkan dicobain ya... 
Kalo masih kurang paham dan ada yang mau ditanyakan boleh WA Saya di sini
Semoga bermanfaat 🙏😊

Sop Tulang

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ini adalah resep Sop Tulang yang enak banget, rasanya segerr dan jadi menu favorite dirumah....