Selasa, 27 Juli 2021

TAJWID (Mad Lin)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

Hukum tajwid selanjutnya yang akan kita pelajari yaitu Mad Lin

Mad Lin ialah Fathah diikuti Ya' sukun atau wawu sukun, bertemu huruf hidup dibaca waqaf. 
Panjangnya boleh 2 / 4 / 6 harakat. 

Contohnya: 

مِنْ خَوْفٍ -->  مِنْ خَوْفْ

هٰذَالْبَيْتِ  -->  هٰذَالْبَيْتْ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fii kunna

Senin, 26 Juli 2021

TAJWID (Mad Tamkin)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Hukum tajwid berikutnya yang akan kita bahas yaitu Mad Tamkin 

Mad Tamkin
Mad Tamkin terjadi pada huruf ya kasrah bertasydid ( يِّ) bertemu dengan ya sukun ( يْ). Dibaca panjang 2 harakat. 

Contoh: 

وَالنَّبِيِّيْنَ

حُيِّيْتُمْ

Jangan lupa membacanya di Nabr kan / ditekan ya bertasydidnya (يّ)
ditahan 2 harakat. 

Ada sebagian ulama yang mendefinisikan Mad Tamkin itu dengan bertemu wawu sukun dengan wawu berharakat. 
Atau ya sukun dengan ya berharakat. 

Demikian semoga bermanfaat
Barakallahu fii kunna 

Kamis, 22 Juli 2021

TAJWID (Mad Badal)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Pada kesempatan kali ini Saya akan membahas Hukum Mad berikutnya yaitu Mad Badal
Mad Badal adalah setiap huruf hamzah yang dipanjangkan 2 harakat. Sebagai pengganti hamzah yang dihilangkan. 
Contoh: 
إِيْمَانًا
اٰمَنُوْا
اِيْتُوْنِيْ
اُوْتِيَ

Note: Perbedaan dengan Mad Tobi'i dengan Mad Badal adalah, Mad Tobi'i didahului oleh semua huruf hijaiyah kecuali hamzah. 
Sedangkan Mad Badal, adalah Mad yang didahului oleh hamzah saja. 
Adapun syarat lainnya sama. 

Demikian semoga bermanfaatnya
Barakallahu fiikunna

Jumat, 09 Juli 2021

Mad Shilah (Qoshiroh dan Thowilah)

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hukum tajwid yang akan kita bahas kali ini yaitu Mad Shilah

Mad Shilah adalah Mad pada Ha dhomir (Ha Besar ه) yang terletak diantara huruf hidup. 

Mad Shilah ada 2 yaitu: Mad Shilah Qoshiroh dan Mad Shilah Thowilah 

Mad Shilah Qoshiroh ialah Mad Shilah bertemu huruf selain hamzah. Panjangnya 2 harakat. 

Contohnya: 
وَامْرَاَتُهٗ ، حَمَّالَةَالْحَطَبِ

اِنَّهٗ كَانَ

وَحْدَهٗ لاَشَرِيْكَ لَهٗ

Untuk lebih mudahnya biasanya di Al Qur'an cetakan Madinah ada tanda wawu kecil. Dan di Al Qur'an cetakan Indonesia diatas huruf Ha ه ada harakat 6 kecil atau wawu terbalik, sebagai tanda Mad Shilah Qoshiroh. 

Sedangkan Mad Shilah Thowilah ialah Mad Shilah ( Mad pada Ha dhomir / Ha Besar) bertemu huruf Hamzah (bentuknya alif ا ) dalam kalimat yang terpisah. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat ketika washal/bersambung.
Dan berubah mati atau sukun ketika waqof. 

Contoh: 
مَالَهٗ آَخْلَدَهٗ --> مَالَهٗ
ظَهْرِهٖ اِنَّ --> ظَهْرِهٖ

Semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna

Rabu, 07 Juli 2021

(TAJWID) Mad 'Iwadl

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hukum tajwid yang akan kita bahas kali ini yaitu Mad 'Iwadl
Mad 'Iwadh
Mad Iwadh ialah Harakat Fathah tanwin yang dibaca waqof selain Ta' Marbuthah. Panjangnya 2 harakat. 

Jadi Mad Iwadh terjadi ketika berwaqof pada huruf yang berakhiran Fathah tanwin. 

Contoh: 
خَبِيْرًا --> خَبِيْرَا
مُبِيْنًا --> مُبِيْنَا
شَهِيْدًا --> شَهِيْدَا

Selasa, 06 Juli 2021

(TAJWID) Mad Aridh Lissukun

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Hukum tajwid yang akan kita bahas kali ini yaitu Mad Aridh Lissukun

3. Mad Aridh Lissukun


Mad Aridh Lissukun ialah Mad bertemu huruf hidup yang dibaca waqof. Biasa terjadi pada akhir kalimat. Panjangnya boleh dibaca 2 / 4 / 6 harakat. 

Usahakan konsisten, misal dari awal 4 harakat, maka konsistenkan sampai selesai tilawah baca Mad Aridh Lissukun 4 harakat. 

Contoh:
وَلِيَ دِيْنِ --> وَلِيَ دِيْنْ

تَعْبُدُوْنَ --> تَعْبُدُوْنْ

اَبَابِيْلَ --> اَبَابِيْلْ

Demikian, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna

Senin, 05 Juli 2021

(TAJWID) Mad Jaiz Munfashil


2. Mad Jaiz Munfashil

Mad Jaiz Munfashil ialah Mad bertemu huruf hamzah (bentuknya alif  ا ) dalam dua kalimat yang terpisah. 
Dibaca panjang 4 / 5 harakat ketika washal/bersambung. Dan dibaca panjang 2 harakat ketika waqaf/berhenti. (Dikembalikan ke hukum asalnya yaitu Mad Ashli) 

Contohnya: 

 بِمَآاُنْزِلَ
اِنَّآاَعْطَيْنَاكَ

Demikian, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna. 

(TAJWID) Mad Wajib Muttashil


1. Mad Wajib Muttashil

Mad Wajib Muttashil ialah Mad bertemu huruf hamzah (bentuknya ء ) dalam satu kalimat. Panjangnya 4 atau 5 harakat ketika washal/bersambung. Dan dibaca panjang 4 / 5 / 6 harakat ketika waqaf / berhenti. 

Contohnya: 
سَوَآءٌعَلَيْهِمْ 
اِذَاجَآءَكَ

Demikian, semoga bermanfaat
Barakallahu fiikunna. 

Motivasi Menghafal Al Qur'an (IKHLAS)


Menghafal Al-Qur'an adalah bagian dari ibadah, sedangkan ibadah membutuhkan hadirnya keikhlasan. 
Karena itu, para penghafal Al Qur'an mestilah meniatkan hafalannya karena Allah semata. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَآ أُمِرُوٓا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ ... 

"Dan mereka tidaklah diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas, (demi) menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama yang lurus (benar)..."
(QS. Al-Bayyinah: Ayat 5)

Sifat ikhlas inilah yang bahkan ditekankan Al Qur'an saat ia pertama diturunkan.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِى خَلَقَ
"Bacalah atas nama Rabbmu yang telah (begitu mudah) mencipta." 
(QS. Al-'Alaq: Ayat 1)

Demikian isyarat ikhlas terpancar dalam awal firman Rabbani. Perintah membaca yang ditujukan kepada Rasulullah hanya dilakukan atas nama Allah, tidak untuk yang lain. Bila Nabi saja diperintah untuk ikhlas maka bagaimanakah dengan kita yang bukan Nabi? 

Karena itu, para penghafal Al Qur'an mesti menepikan pelbagai orientasi yang dapat mengikis kadar keikhlasannya, termasuk tujuan menjadi hafidz atau hafidzah. Ikhlas inilah yang kelak menghadirkan pertolongan Allah dalam memudahkan proses menghafal. Bila mencipta manusia saja begitu mudah maka tidaklah sulit bagi Allah menanamkan hafalan Al Qur'an dalam jiwa insan beriman.

Sabtu, 03 Juli 2021

Kisah Nabi Muhammad dan Pengemis Tunanetra

Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam tak diragukan lagi. Ada sebuah kisah saat Rasulullah menyuapi seorang pengemis buta, namun justru dibalas cacian. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu tak marah dan tidak bosan menyuapi sang pengemis.


Syahdan. Pada 627 Masehi, setiap pagi ada seorang pengemis tua duduk di salah satu sudut pasar Kota Madinah. Badannya yang ringkih terbungkus kain lusuh nan usang. Sesekali kepalanya bergerak-gerak, berusaha mencari suara langkah kaki yang biasa datang dan menyuapinya makanan setiap pagi.

Ya, pengemis itu tunanetra. Dia tak bisa melihat. Untuk mengenali orang yang datang, dia biasa menghafal dari langkah kaki mereka. Kebetulan tak ada penduduk Madinah yang mau mendekatinya, kecuali satu orang, yaitu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam. Tak hanya datang, sang penghulu nabi dan rasul itu juga menyuapkan makanan kepada si pengemis. Namun sang pengemis yang saat itu belum masuk Islam tak tahu bahwa orang yang biasa datang dan menyuapinya makanan adalah Nabi Muhammad.

Pagi itu seperti biasa, sang pengemis gembira begitu mendengar suara langkah kaki yang dia kenal mendekat. "Dia datang, dia datang," kata si pengemis itu.

Orang yang datang itu tak lain adalah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi Wasallam. Seperti biasa, Rasulullah kemudian menyuapkan makanan kepada si pengemis. Menjadi kebiasaan Rasulullah akan menghaluskan makanan terlebih dahulu sebelum disuapkan, sehingga si pengemis tak kesulitan mengunyah.

Namun rupanya si pengemis yang saat itu belum masuk Islam begitu membenci Nabi Muhammad. Hampir kepada semua orang yang dia temui selalu diajak membenci Muhammad.

Kata-kata itu juga dia ucapkan kepada Nabi Muhammad, satu-satunya orang yang mau menyuapinya makanan. "Janganlah sekali-kali engkau mendekati Muhammad. Sebab, dia itu orang gila, pembohong, dan tukang sihir! Engkau akan dia pengaruhi kalau mendekat," kata si pengemis kepada Muhammad.

Rasulullah, yang sejak kecil memiliki akhlak mulia, tak marah, apalagi dendam kepada si pengemis. Setiap pagi Nabi Muhammad selalu datang dan menyuapi pengemis tersebut. Dia baru akan pergi setelah memastikan pengemis tersebut kenyang. Padahal setiap kali didatangi Muhammad, si pengemis selalu mencaci Rasulullah.

Hingga suatu hari sang pengemis merasa heran karena yang menyuapinya makanan orang lain. Suara langkah kaki, cara menyuapkan makanan, serta nada bicaranya berbeda dengan yang biasanya.

Ya, saat itu bukan lagi Nabi Muhammad SAW yang menyuapkan makanan kepada si pengemis. Rasulullah telah wafat. Abu Bakar As-Siddiq, yang kemudian menjadi khalifah, mendatangi si pengemis dan menyuapinya makanan.

Namun baru pada suapan pertama, si pengemis justru marah kepada Abu Bakar. "Siapa kamu. Kamu bukan orang yang bisa menyuapi aku," kata si pengemis.

"Aku orang yang biasa menyuapimu," jawab Abu Bakar.

"Bukan! Kamu bukan orang yang biasa menyuapiku," kata si pengemis dengan suara keras.

"Jika benar kamu yang biasa menyuapiku, tidak akan susah aku mengunyah makanan ini. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu. Barulah kemudian dia menyuapiku dengan makanan itu," kata si pengemis dengan nada kesal.

Sang Amirul Mukminin tak kuasa menahan tangis, teringat Rasulullah yang belum lama mangkat. "Aku memang bukan orang yang biasa datang dan menyuapimu. Aku Abu Bakar, sahabat beliau. Orang mulia yang biasa datang dan menyuapimu itu telah tiada. Dia adalah Nabi Muhammad SAW," kata Abu Bakar sambil terisak.

Betapa terkejutnya si pengemis begitu tahu bahwa pria baik hati yang biasa datang dan menyuapinya adalah Nabi Muhammad SAW, orang yang selama ini dia benci. Dia pun menangis, menyesal selalu mencaci, menghina, dan memfitnah Rasulullah.

Rasulullah tak pernah sekali pun marah kepada si pengemis. Padahal setiap kali Nabi datang menyuapi, bukan mendapat ucapan terima kasih, melainkan hinaan yang diterima. Sejak itu, di hadapan Abu Bakar, si pengemis yang belum masuk Islam itu lalu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Si pengemis tunanetra masuk Islam karena kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW.

Kisah disarikan dari buku Sirrah Nabawiyah, karya Abdul Hasan 'Ali al Hasani an-Nadwi, Novel Biografi Muhammad SAW oleh Tasaro GK

Sop Tulang

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ini adalah resep Sop Tulang yang enak banget, rasanya segerr dan jadi menu favorite dirumah....