Selasa, 11 Oktober 2011

I’m an Actor, not Reactor.

Dua orang ibu memasuki toko pakaian dan
membeli baju seragam anaknya.
Ternyata pemilik tokonya lagi bad
mood sehingga tidak melayani
dengan baik, malah terkesan
buruk, tidak sopan dengan muka
cemberut.

Ibu pertama jelas jengkel
menerima layanan yang buruk
seperti itu. Yang mengherankan,
ibu kedua tetap enjoy, bahkan
bersikap sopan kepada
penjualnya.

Ibu pertama bertanya, “Mengapa
Ibu bersikap demikian sopan
pada penjual menyebalkan itu?”

Lantas dijawab, “Mengapa saya
harus mengizinkan dia
menentukan cara saya dalam
bertindak? Kitalah sang penentu
atas hidup kita, bukan orang
lain.” 

“Tapi ia melayani dengan buruk
sekali,” bantah Ibu pertama.


“Itu masalah dia. Kalau dia mau
bad mood, tidak sopan, melayani
dengan buruk, dll, toh tidak ada
kaitannya dengan kita. Kalau kita
sampai terpengaruh, berarti kita
membiarkan dia mengatur dan
menentukan hidup kita, padahal
kitalah yang bertanggung jawab
atas diri kita,” jelas Ibu kedua.


Tindakan kita kerap dipengaruhi
oleh tindakan orang lain kepada
kita. Kalau orang melakukan hal
buruk, kita akan membalasnya
dengan hal yang lebih buruk lagi
dan sebaliknya. Kalau orang tidak
sopan, kita akan lebih tidak sopan
lagi. Kalau orang lain pelit
terhadap kita,kita yang semula
pemurah tiba jadinya sedemikian
pelit kalau harus berurusan
dengan orang tersebut. Ini berarti
tindakan kita dipengaruhi oleh
tindakan orang lain. Sementara
kita sendirilah yang bertanggung
jawab atas segala akibat
perbuatan kita.


Kalau direnungkan, sebenarnya
betapa tidak arifnya tindakan kita.
Mengapa untuk berbuat baik
saja, harus menunggu
diperlakukan dengan baik oleh
orang lain dulu?
Jagalah suasana hati, jangan
biarkan sikap buruk orang lain
menentukan cara kita bertindak!
Kitalah, yang sesungguhnya, sang
penentu !


I’m an ACTOR, not Reactor.
Jadi balaslah kejelekan dengan
kebaikan.
Allah Ta'ala berfirman,


ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺴْﺘَﻮِﻱ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔُ ﺍﺩْﻓَﻊْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ
ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻴْﻨَﻚَ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻋَﺪَﺍﻭَﺓٌ
ﻛَﺄَﻧَّﻪُ ﻭَﻟِﻲٌّ ﺣَﻤِﻴﻢٌ (34) ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻠَﻘَّﺎﻫَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﺻَﺒَﺮُﻭﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻳُﻠَﻘَّﺎﻫَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺫُﻭ ﺣَﻆٍّ ﻋَﻈِﻴﻢٍ 35) )
“Dan tidaklah sama kebaikan dan
kejahatan. Tolaklah (kejahatan
itu) dengan cara yang lebih baik,
maka tiba-tiba orang yang
antaramu dan antara dia ada
permusuhan seolah-olah telah
menjadi teman yang sangat setia.
Sifat-sifat yang baik itu tidak
dianugerahkan melainkan kepada
orang-orang yang sabar dan tidak
dianugerahkan melainkan kepada
orang-orang yang mempunyai
keuntungan yang besar.” (QS.
Fushilat: 34-35)


Sahabat yg mulia, Ibnu 'Abbas -
radhiyallahu 'anhuma-
mengatakan, "Allah
memerintahkan pada orang
beriman untuk bersabar ketika
ada yang membuat marah,
membalas dengan kebaikan jika
ada yang buat jahil, dan
memaafkan ketika ada yang buat
jelek. Jika setiap hamba
melakukan semacam ini, Allah
akan melindunginya dari
gangguan setan dan akan
menundukkan musuh-musuhnya.
Malah yang semula bermusuhan
bisa menjadi teman dekatnya
karena tingkah laku baik
semacam ini."


Ibnu Katsir rahimahullah
mengatakan, "Namun yang
mampu melakukan seperti ini
adalah orang yang memiliki
kesabaran. Karena membalas
orang yg menyakiti kita dengan
kebaikan adalah suatu yang berat
bagi setiap jiwa."
oleh "KATA-KATA
HIKMAH"

www.EniRochayati.net

Sop Tulang

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ini adalah resep Sop Tulang yang enak banget, rasanya segerr dan jadi menu favorite dirumah....